HEADLINE

Ini Alasan Kepesertaan KB Pria Rendah

Work Shop Peningkatan kapasitas KB pria di Kalsel.

BANJARMASIN, Kilastimor.com-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar worksop peningkatan kapasitas KB pria dalam rangka Hari Keluarga Nasional, Jumat, (5/7/2019) di Novotel, Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Program kependudukan dan keluarga berencana serta pembangunan keluarga, telah berhasil membangun dasar yang kuat serta menciptakan susunan yang kondusif untuk pelaksanaan program lebih lanjut, dalam rangka mewujudkan keluarga bahagia dan sejaterah. Pendekatan KB saat ini tidak hanya fokus pada pengendalian populasi dan penurunan fertilitas saja tetapi juga diarakan untuk pemenuhan hak-hak reproduksi.

Partisipasi pria menjadi penting dalam keluarga berencana dan kesehatan reproduksi (KB & KR) karena pria adalah partner dari wanita dalam reproduksi dan seksual, sehingga pria dan wanita harus berbagi tanggungjawab.
Namun berdasarkan survei demografi kesehatan indonesia (SDKI) 2012, kesehatan KB keluarga saat ini masih rendah,yaitu hanya 2 persen yang meliputi kondom 1,8 persen dan vasektomi 0,2 persen dan total MCPR 57,9 persen, sedangkang hasil SDKI 2017 kesertaan KB pria juga masih rendah, walaupun peserta penggunaan kondom meningkat menjadi 2,5 persen namun peserta vasektomi masih 0,2 persen dari total MCPR 57,9 persen.

Faktor penyebab kesertaan KB pria yang rendah meliputi beberapa hal seperti, kondisi lingkungan sosial,budaya dan lingkungan masyarakat yang berpandangan bahwa partisipasi pria belum atau tidak penting dilakukan, pengetahuan dan kesadaran pria serta dukungan keluarga dalam ber-KB rendah, keterbatasan penerimaan dan aksebilitas terhadap pelayanan KB dan KR untuk Pria. Berdasarkan data yang dilaporkan oleh provinsi, jumlah tenaga dokter yang terlatih sebanyak 1381 orang namun jumlah tenaga dokter yang terlatih dan melakukan pelayanan vasektomi tidak merata di Indonesia,selain itu dokter yang telah dilatih membutukan pembinaan pasca pelatihan untuk meningkatkan kualitas vasektomi.

Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan yang di wakili oleh Kabid KB dan KR, ia memaparkan bahwa Kalimantan Selatan mendapatkan rekor muri atas pencapaian KB pria yang dilaksanakan dalam satu hari dan yang mengambil bagian sebanyak 737 peserta, hal ini bisa tercapai karena kerjasama dengan berbagai elemen.

Kalimantan Selatan merupakan provinsi Agamis sehingga pihak BKKBN lebih besar kerjasama dengan pihak agama, sehingga di kalimantan selatan menerbitkan buku dengan judul KB dalam pandangan umat islam. Dan mensosialisasikan kepada semua pihak.

Sementara Deputi KB dan KR. Dr. Ir. Listyawardhani, MSC. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menggerakan aspek KB pria dan vasektomi harus ada kerjasama dari berbagai elemen seperti yang sudah dicontoi oleh kalimantan selatan dan provinsi NTT dan Harus ada peran dari organisasi dan parah dokter untuk mengatasi vasektomi yang masih rendah.

Masalah pembiayaan KB juga masih rendah sehingga walaupun kita mengikuti BPJS tetapi masih saja dipersulit dalam prosedur, sehingga BPJS minta agar menjadi pilihan akir dalam melaksanakan vasektomi. Maka kita semua berharap agar untuk pembiayaan bisa di kembalikan kepada BKKBN. (sani asa)

Komentar
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top