TIMOR

IPeKB Belu Diminta Edukasi Pemakaian Kontrasepsi Hormonal

Penyuluh KB di Belu pose bersama.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Satgas Yonif R 408/SBH memberikan sosialiasi cara kerja dan efek samping penggunaan Kontrasepsi hormonal, apabila digunakan dalam jangka waktu lama, Kamis (25/7/2019).
Sosialisasi itu dalam rangka memperingati Hari Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB) Ke-XXI tahun 2019. Sosialisasi diikuti 44 anggota IPeKB Kabupaten Belu.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Belu, Imelda H. Lotuk saat membuka kegiatan itu meminta agar melalui HUT IPeKBI 2019, ada motivasi baru dan pelayanan KB kontrasepsi di Kabupaten Belu bisa mencapai target di masing-masing desa.

Dia menyebutkan, pelayanan KB Kontrasepsi pada saat ini terkendala oleh kurang tahunya masyarakat tentang KB.
Ia berharap dengan hadirnya dokter Satgas Yonif R 408/SBH sebagai narasumber KB bisa memberik pengetahuan bagi penyuluh, sehingga bisa menjawab keluhan dari masyarakat.

“Saat ini, kami sedang mencari solusi agar pelayanan KB Kontrasepsi lebih maksimal, dan masyarakat pengguna tetap sehat serta mampu mengendalikan penduduk,” ujarnya.

dr. Kiagus Handrian Parikresit dari Satgas Yonif R 408/SBH mengemukakan, masyarakat pengguna KB hormonal baik itu pil, suntik dan implan dalam jangka waktu yang lama, harus terus diedukan oleh penyuluh.

“Diharapkan penyuluh dapat memberikan konsultasi, informasi dan edukasi lebih cermat dalam menentukan durasi pemakaian alat kontrasepsi hormonal,” paparnya.

Pemakaian kontrasepsi hormonal sebutnya, juga
perlu dikonsultasikan secara lebih cermat kepada dokter atau bidan yang berkompeten, agar pemakaian kontrasepsi hormonal tidak terlalu lama dan risiko terjadinya kanker payudara dapat ditekan. Tolong baca (22 Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol. 3, No. 1 Januari 2015: 12–23),” ucap dr. Handrian. (*/ferdy talok)

Baca Juga :   Jamal Ahmad: Tidak Ada Bansos dari Dinsos Provinsi NTT untuk Dibagikan ke Kelompok di Belu

Most Popular

To Top