RAGAM

Jeriko: Demi Rakyat, Pemkot Kupang Efisiensi Belanja Tidak Langsung

Jefri Riwu Kore

KUPANG, Kilastimor.com-Gebrakan demi gebrakan diambil Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore. Salah satunya adalah pertimbangan pengambilan keputusan berdasarkan hasil riset yang dilakukannya. “Sederhana saja, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Kupang adalah kebijakan yang berbasis data riset. Dengan demikian kebijakan yang diambil akan tepat sasaran,” ujarnya saat diwawancarai media ini, Jumat (19/7/2019).

Jeriko sapaan karib Jefri Riwu Kore mencontohkan, mengapa kemiskinan di Kota Kupang cenderung naik, dan kesejahteraan warga Kota Kupang cenderung menurun. Itu karena beban pengeluaran yang dipikul oleh setiap keluarga sangat besar sekali. Peran pemerintah dalam implementasi program pun sering salah sasaran, sehingga angka kemiskinan tidak cenderung turun, dan tingkat kesejahteraan warga Kota Kupang tidak cenderung naik. Semuanya karena apa? Karena implementasi program pemerintah jarang diambil berdasarkan hasil riset. Program pun akhirnya tidak tepat sasaran.

Mantan Anggota Komisi X DPR RI ini menjelaskan, sejak dilantik menjadi Wali Kota Kupang 2017 lalu, dirinya sering tidak mempedulikan kritik-kritik yang tidak berbasis data dan hanya mempedulikan kritik yang berbasis data. Itu karena dirinya mengerti betul, data merupakan indikasi awal penyusunan kebijakan di wilayah pemerintahannya.

“Sejak dilantik, fokus saya adalah bagaimana peran pemerintah untuk menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk Kota Kupang. Untuk itu saya lakukan penelitian melalui tim Litbang Yayasan Jeriko Center Kupang. Hasilnya adalah beban rumah tangga untuk pengeluaran non konsumsi mencapai 72,82 persen dan konsumsi hanya 27,18 persen dari total pendapatan yang didapat setiap bulannya.

Baca Juga :   Baru Enam Partai yang Serahkan Berkas ke KPU Malaka

Biaya pendidikan saja bisa mencapai 40,20 persen dari total pendapatan setiap rumah tangga. “Untuk lebih jelasnya, data-data hasil penelitian ini sudah dipublikasi dan bisa kawan-kawan lihat di International Journal of Innovative Science and Research Technology (IJISRT),” ujar politisi Partai Demokrat itu juga berprofesi sebagai dosen Universitas Indo Global Mandiri Palembang ini.

Lanjut Jefri yang juga Doktor Akuntansi ini, strategi yang dilakukan sesuai hasil risetnya adalah mengubah paradigma postur anggaran di APBD Kota Kupang.

“Selama ini penyusunan dan pembahasan APBD Kota Kupang hanya berorientasi untuk belanja tidak langsung seperti perjalanan dinas dan honorarium aparat yang besar dan membebani APBD, dan postur anggaran seperti ini bukan untuk masyarakat. Oleh karena itu, sejak dilantik saya ganti jadi belanja langsung (belanja untuk masyarakat) lebih besar dari belanja tidak langsung yang tidak ada manfaat. Kebijakan itu, membuat anggaran hampir disemua belanja tidak langsung diturunkan. Jadi kita efisienkan semua,” ujar Jefri. (

Mengapa dirinya fokus untuk mengubah postur APBD Kota Kupang menjadi belanja langsung yang lebih besar? Karena di belanja langsung sasarannya adalah untuk mengurangi beban masyarakat. “Misalnya saya pangkas anggaran perjalanan dinas untuk dialihkan ke program Rastra Plus (meningkatkan konsumsi protein) untuk penduduk. Ya karena masih banyak keluarga yang kurang beruntung sedang mengalami kekurangan nutrisin,” paparnya.

Baca Juga :   Tekan Stunting, Pemda Malaka Gelar Sosialisasi Genbest

Daripada anggaran perjalanan dinas yang tidak memiliki manfaat, ya dialihkan saja ke Rastra Plus yang punya manfaat. “Katong utamakan rakyat dolo, karena dong tu b pung bos, karna katong ni sebenarnya anak buah. Masa layani anak buah baru layani bos. Itu kan salah,” bilangnya dengan dialek Kupang.

“Sama juga dalam APBD, semua anggaran harus layani bos (rakyat). Kalau bos sudah nyaman, baru layani anak buah. Gampang kan,” pungkas Jeriko. (*/ferdy talok

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top