EKONOMI

Marungga Bakal Masuk dalam Komoditi RPM

Gubernur dan Bupati Malaka pantau kebun marungga.

BETUN, Kilastimor.com-Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) hasil pemikiran Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran akan diekpansi. Tidak saja komoditas jagung, padi dan bawang yang diutamakan, namun akan segera dimasukan tanaman kelor sebagai salah satu komoditas penting RPM.

Untuk memuluskan rencana itu, Bupati Malaka segera bertemu Tim Pakar RPM dan dinas teknis untuk membahas grand design kelor atau marungga jadi salah satu komoditi RPM.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) kepada wartawan di sela dirinya menyaksikan pertandingan sepak bola di Lapangan Umum Besikama, Minggu (7/7/2019) menjelaskan, pihaknya ingin menjadikan marungga sebagai salah satu komoditi RPM. Pemda Malaka SBS tidak akan main-main dan harus serius mengkaji hal itu.

“Sangat serius untuk Marungga atau kelor. Kita akan jadikan kelor sebagai salah satu komoditi RPM,” ujar SBS.

Dia melanjutkan, dalam waktu dekat, dirinya akan memanggil Tim Pakar RPM dan dinas teknis untuk membahas hal itu.
“Kita akan mengundang dulu tim pakar dan dinas teknis untuk duduk bersama guna membuat grand designnya,” kata Revolusi KIA itu.

Pengembangan komoditi Marungga jelas dia, difokuskan pada wilayah pegunungan Malaka.

Sebelumnya, Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, menyempatkan diri memantau pengolahan marungga di Io Kufeu. Ia minta agar marungga dikembangkan di Malaka. (edy sumantri)

Loading...
Baca Juga :   Kadis Pertanian Provinsi NTT Apresiasi Program RPM
Loading...
To Top