RAGAM

Catatan Perjalanan ke Dili (2-Habis). Migas jadi Tumpuan Baru Timor Leste

Pengeboran Minyak (Reuters)

DILI, Kilastimor.com-Timor Leste dihadapan masyarakat internasional merupakan negara baru yang tergolong miskin.
Maklum negara tersebut baru merdeka 20 tahun silam. Dengan begitu, tentunya tidak bisa disamakan dengan negara lain yang telah mapan secara ekonomi, sosial dan politik.

Untuk menunjang pembangunan dan jalannya roda pemerintahan, Timor Leste masih mengandalkan bantuan dan pinjaman luar negeri serta royalti pengelolaan migas di Celah Timor.
Hingga kini Timor Leste belum mandiri betul secara ekonomi. Nilai ekspor masih mengalami defisit dari nilai impor. Hal ini mengakibatkan pendapatan negara belum sepadan dengan pembiayaan.

Lumrah bagi sebuah negara baru melakukan pinjaman luar negeri, demi menjalankan fungsi pemerintahan maupun pembangunan.

Ditengah kondisi itu, Timor Leste terus berbenah diri dalam segi ekonomi, terutama menggali dan mengekspolari kekayaan alam yang dimiliki.
Mungkin banyak juga yang belum mengetahui kekayaan alam yang tersimpan di bumi Timor Lorosae atau negeri matahari terbit itu.

Ternyata Timor Leste memiliki kandungan minyak dan gas yang tidak sedikit, apalagi hanya untuk membangun negara berpenduduk sekira 1,5 juta orang itu.

Ladang Gas Greater Sunrise berada di lepas laut, 150 kilometer tenggara Timor Leste dan 450 kilometer barat laut Darwin menjadi tumpuan kini.
Ladang gas itu ditemukan pada 1974 oleh kontraktor migas asal Australia, Woodside, dengan potensi cadangan 5,13 tcf dan potensi omzet hingga US$ 50 miliar. Tentunya ini akan menjadi sumber pendapatan yang luar bisa dan kesejahteraan rakyat Timor Leste bakal terwujud.

Baca Juga :   Mahasiswa FH Undana Tolak Hak Angket dan Pembekuan KPK

Saat ini, perusahaan migas raksasa Amerika, Conocophillips dan Exxonmobil bakal menggarap migas milik negara tersebut.

Berdasarkan kesepakatan baru antara Timor Leste dan Australia 2018, Timor Leste akan memperoleh 70 persen pendapatan jika pemrosesan gas greater Sunrise dilakukan di Timor Leste, dan 80 persen jika gas tersebut disalurkan ke Australia. Sebelumnya keuntungan dibagikan sama rata di bawah kesepakatan 2006 antara Timor Leste dan Australia.

Benigno Cardoso salah satu ekonom muda Timor Leste kepada media ini di Dili, 2 Agustus 2019 lalu mengatakan, perjuangan Timor Leste melakukan revisi traktat bersama Australia tahun 2018 silam telah menguntungkan Timor Leste. Dengan demikian kedepan migas menjadi tumpuan ekonomi negara tersebut. “Rakyat Timor Leste puas dengan hasil perundingan Timor Leste yang dipimpin Xanana dengan Australia. Jelas ini menguntungkan Timor Leste,” paparnya.

Hanya saja perlu dilakukan diversifikasi sumber pendapatan negara, bukan saja pada migas. Pasalnya, potensi komoditas pertanian juga bisa menyumbang nilai ekspor yang besar dan menguntungkan negara. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top