NASIONAL

FKUB Kota Kupang: Ceramah Ustad Abdul Somad Berpotensi Merusak Hubungan Antar Agama

Rapat FKUB bersama Wakil Wali Kota Kupang.

KUPANG, Kilastimor.com-Mencermati dinamika sosial keagamaan di tanah air belakangan ini, khususnya berkaitan dengan dugaan adanya penistaan terhadap simbol-simbol keagamaan yang dilakukan oleh Ustad Abdul Somad dalam ceramahnya yang berbicara tentang salib ada jin kafir, dipandang dapat merusak hubungan antara agama dan umat beragama yang dijunjung dan dipelihara selama ini.

FKUB Kota Kupang yang dipimpin, Pdt. Rio Fanggidae menilai, ceramah Uztad Abdul Somad (UAS) yang berbicara salib ada jin kafir dinilai akan merusak hubungan umat beragama. Hal ini disampaikan Pendeta Rio Fanggidae bersama Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, Kepala Badan Kesbangpol, Noce Nus Loa, serta beberapa pejabat di Pemkot Kupang.

Dalam kaitan itu, FKUB mengecam dengan keras segala bentuk ceramah/dakwah/kotbah yang mempersoalkan dan melakukan penistaan terhadap agama dan simbol-simbol keagamaan dari umat bergama lain di Indonesia.
Menghimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan menjaga keharmonisan demi keserasian hubungan kehidupan bersama. Selain itu, masyarakat diminta tidak terprofokasi oleh berbagai permberitaan media masa dan media online yang berpotensi merusak kerukunan hidup umat beragama di Kota Kupang.

“Mari kita serahkan penanganan persoalan ini spenuhnya kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan hukuman dan peratuan pundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.

Menghimbau kepada seluruh masyarakat agar secara bijak menggunakan media sosial sehingga tidak memperkeruh dan meruncing suasana yang dapat mengadu domba masyarakat.
Meminta kepada semua pimpinana umat beragama agar memahami dengan benar dogma dan aqidah keagamaannya dengan mengutamakan kasih, toleransi dan kerukunan agar dapat menuntun umatnya untuk mewujudkan kehidupan bersama berdasarkan nilai-nilai pancasila, memperkokoh raa keagamaan dan cinta tanah air.

Baca Juga :   OMK St. Petrus Tukuneno Luncurkan Kafe ESTRIBI

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man mengatakan pemerintah sangat merespon baik pernyataan sikap dari FKUB Kota Kupang.
Menurutnya, dari aspek keagamaan, memaafkan itu perlu, hal ini merupakan sangat universal yang haus ditonjolkan dalam setiap persoalan.

Toleransi yang tercipta di Kota Kupang sangat baik dan pihaknya tidak pernah menginginkan adanya diskriminasi satu dengan yang lain.
“Apapun iman anda, mari kita menjaga persatuan dan kesatuan,” imbau Herman Man.

Pihaknya juga tetap meghormati proses hukum yang sementra berjalan, tetapi masyarakat harus tetap tenang. (sani asa)

Loading...
Loading...
Loading...
To Top