POLITIK

Hasil Survei LIPI, Pileg dan Pilpres Perlu Dipisah

JAKARTA, Kilastimor.com-Sejumlah keluhan mengemuka pasca Pemilu 17 April 2019 lalu, akibat banyaknya surat suara yang harus dicoblos. Terkait keluhan itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan survei dan merilis hasil survei nasional terkait penyelenggaraan Pemilu 2019. Berdasarkan survei publik, 74 persen responden menyatakan pilpres dan pileg yang digelar bersamaan menyulitkan pemilih.

“Mayoritas responden 74 persen mengaku bahwa pemilu serentak dengan mencoblos lima surat suara lebih menyulitkan bagi pemilih dibanding jika pemilu legislatif dan pilpres diselenggarakan terpisah. Hanya 24 persen menyatakan tidak kesulitan,” kata peneliti LIPI Wawan Ichwanuddin di kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2019) sebagaimana diansir Detik.com.

Survei dilakukan pada 27 April-5 Mei 2019. Jumlah responden dalam survei sebanyak 1.500 dari seluruh provinsi di Indonesia. Selain survei publik, LIPI juga melakukan survei tersebut ke 119 tokoh dengan kriteria politisi, jurnalis, pengurus asosiasi pengusaha, tokoh agama, budayawan, tokoh gerakan perempuan hingga pemuda.

Metodologi yang digunakan dalam survei adalah wawancara tatap muka dengan mengunakan instrumen kuesioner. Margin of error sebesar +- 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, dalam survei kategori tokoh dengan pertanyaan yang sama, 86 persen responden menyatakan Pemilu 2019 menyulitkan pemilih. Sebanyak 14 persen menyatakan sebaliknya.

“86 persen responden (tokoh) setuju jika disebutkan bahwa pemilu serentak menyulitkan bagi pemilih. Hanya sekitar 14 persen yang menganggap skema pemilu serentak tidak menyulitkan,” kata Wawan.

Baca Juga :   KPU TTU Diminta Lanjutkan Tahapan Pilkada

Selanjutnya, Wawan mengatakan responden kategori tokoh diberikan pertanyaan lanjutan, yaitu, ‘apakah Anda setuju jika pemilu serentak seperti yang diterapkan pada Pemilu 2019 ini diubah?’. Hasilnya, 82 persen setuju pemilu serentak perlu diubah, sedangkan 18 persen tidak perlu diubah.

Responden yang menyatakan setuju kemudian diberikan pertanyaan soal sistem apa yang cocok menggantik sistem Pemilu Serentak 2019. Berdasarkan survei, kata Wawan, 46,9 persen menginginkan pemilu legislatif dan eksekutif dipisah, 34,7 persen ingin pada tingkat nasional dipisah dengan tingkat daerah, sedangkan 6,1 persen menginginkan semua pemilu baik pilpres, pilkada hingga pileg dipisah. (*/ferdy talok)

Most Popular

To Top