EKONOMI

Jaminan Bagus, Hongkong Bisa Jadi Tujuan Pekerja Migran

Rapat teknis pembentukan pokja.

ATAMBUA, Kilastimor.cok-Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam Rapat Teknis Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pelayanan Terpadu Perlindungan Migran Indonesia dan Tenaga Kerja AKAD Tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi NTT yang digelar Dinkopnakertrans Provinsi NTT, Kamis (22/8/2019) mengemukakan, pekerja migran adalah pahlawan devisa dan pihaknya memberikan apresiasi.

“Sejauh ini, para pekerja migran anggap jadi momok dan kita tidak pernah berikan apresiasi. Padahal mereka itu pahlawan devisa,” paparnya.

Disebutkan, para migran perantau meninggalkan daerahnya untuk merantau guna merubah nasib. Tentu ini luar biasa, dan perlu didorong agar kian terlindungi hak-haknya. “Kita lihat banyak migran perantau di-blow up beritanya ketika diamankan di bandara dan pelabuhan tanpa solusi. Harusnya jika ditemukan itu, dibantu dan diselesaikan dokumen. Jangan mempersulit migran perantau,” tandasnya.

Pemerintah lanjut Bupati Belu itu, hendanya memberikan rambu, dan aturan yang harus diikuti para migran. Jika tidak diberikan solusi, tentunya mereka akan mencari jalan ilegal yang berisiko.
Lahirnya Pokja ini menurutnya sangat penting demi perlindungan migran dan Pertemuan Pastoral Uskup se-Nusra meminta agar pemerintah tidak melarang migran perantau sebab mereka berkontribusi untuk keluarga dan daerah masing-masing.

Dihadapan para Camat se-Kabupaten Belu dan Malak dia menjelaskan, untuk pengurusan izin bagi migran tidak perlu mencari ke Dinas Nakertrans, sebab semua ada di Plaza Perizinan. Semua dibantu dengan cepat.

Baca Juga :   Organda Diminta Harus Bermitra dengan Pengusaha dan Pemerintah

Willy Lay menjelaskan, ketika dirinya ke Hongkong, ternyata ada pekerja dari Belu dan Malaka. Disana mereka mendapatkan pekerjaan yang mudah, dengan gaji yang luar bisaa. Para migran di Hongkong, pekerjaannya hanya berkomunikasi dengan orang tua majikan. Tentunya ini sangat ringan. Karena itu, perlu dipersiapkan migran lebih baik, sebelum diberangkatkan. “Peluang kerja yang bagus saat ini ada di Hongkong, Taiwan dan Australia. Gaji dan perlindungan memadai,” sebutnya.

Pada bagian akhir, dia meminta para camat khususnya di Belu, untuk bekerjasama dengan pemerintah desa untuk mencari tahu serta mendata pekerjaaan anak-anak yang menjadi migran, sehingga untuk dicari tau tempat kerja maupun keberadaanya secara valid. Dengan demikian perlindungan akan berjalan baik oleh pemerintah maupun pemberi kerja. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
Loading...
To Top