HUKUM & KRIMINAL

Keluarga Almarhum Juventus Alves Datangi Reskrim Polres Belu

Keluarga Juventus Alves saat bertemu Kanit Tipidum, Satreskrim, Polres Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Keluarga Almarhum Juventus Alves mendatangi Polres Belu untuk mempertanyakan kelanjutan penyelidikan korban, Jumat (9/9/2019).
Walaupun keluarga korban telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Polres Belu, namun masih saja ada tanda tanya atas kematian Juventus Alves.

Pantauan media ini, keluarga korban masing-masing, Gabriel Ati, Anton Loko dan Jhon Loe mendatangi Satuan Reskrim Polres Belu, sekira pukul 12:00 Wita. Setelah sekian waktu menunggu, keluarga akhirnya bertemu dengan Kanit Tipidum, Juma Fali.

Dalam kesempatan itu, keluarga mempertanyakan kesimpulan polisi yang menyatakan Juventus Alves meninggal karena kecelakaan lalulintas. Menurut keluarga korban tersebut, meninggalnya korban bukan karena kecelakaan lalulintas. Namun diduga ada kekerasan yang dialami korban.

Selain itu, pihaknya juga membeberkan sejumlah data kalau ada pihak-pihak yang mengetahui sebab musabab kematian Alves. Pasalnya, pasca lakalantas di pertigaan Weaituan, ada sejumlah saksi yang memotret korban, juga sejumlah rekan korban yang melihat korban. Herannya, saksi-saksi yang ada, bukannya membawa ke rumah korban, namun membiarkan korban berada di TKP. Padahal para saksi itu mengenal baik keluarga korban di Weaituan.

Lebih parah lagi, lanjut ketiga keluarga korban, setelah lakalantas di TKP, korban malah ditemukan tewas di rumah kosong, diperempatan Tini-Weaituan. Siapa yang membawa korban ke rumah tua itu? Ini harusnya diungkap polisi.

Karena itu, mereka penyidik diminta memeriksa para saksi yang ada, sehingga bisa membuka kasus ini secara terang benderang. “Kami minta para saksi diperiksa, biar kasus ini terbuka,” sebut Gabriel Ati yang merupakan kakek kandung korban.

Baca Juga :   Jaksa Periksa Para Saksi Terkait Kasus Cool Storage DKP Belu

Anton Loko menambahkan, pihaknya melihat ada yang janggal dengan kematian keponakannya itu. Polisi hendaknya menggali kasus itu lebih dalam, sehingga spekulasi korban tewas dipukul terungkap. “Kami sudah tanyakan beberapa saksi yang lihat korban saat lakalantas. Ini tentunya perlu diperdalam dalam penyelidikan,” tambahnya.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobin yang dikonfirmasi menyebutkan, kasus kematian Juventus Alves masih dalam penyelidikan dan belum ditutup. Penyidik sudah memeriksa para saksi-saksi yang melihat korban, maupun melakukan pengembangan penyelidikan melalui informasi yang diterima.

Jika keluarga memiliki informasi baru, silahkan disampaikan kepada penyidikan untuk diambil langkah lebih lanjutnya.

“Kasusnya belum ditutup. Kami belum berkesimpulan kalau ini murni lakalantas. Penyelidikan terus berjalan. Bila ada informasi yang membantu penyidik, silahkan disampaikan ke kami,” bilangnya.

Dirinya juga telah memerintahkan penyidik untuk mengirim SP2HP kepada keluarga, sehingga keluarga korban terus mengupdate hasil penyelidikan.

Untuk diketahui, Juventus Alves ditemukan warga tewas pada rumah tua di perempatan Tini-Weaituan, pada 7 Juli 2019. Hingga Polres Belu masih melakukan penyidikan. (ferdy talok)

Loading...
To Top