HUKUM & KRIMINAL

Penyelidikan Kasus Kematian Juventus Alves oleh Polres Belu Dipertanyakan Pihak Keluarga

Gabriel Ati

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus kematian, Juventus Alves pada 7 Juli 2019 lalu, masih meninggalkan tanda tanya bagi keluarga korban. Pasalnya, ada sejumlah kejanggalan yang hingga kini belum diungkap penyidik Polres Belu.

Kakek korban, Gabriel Ati kepada media ini, Jumat (2/8/2019) mengemukakan pihaknya hingga kini belum mengetahui jelas penyebab kematian cucunya. Hal ini terjadi karena penyelidikan pihak kepolisian berjalan ditempat. Bahkan hingga kini belum mendapatkan visum et repertum.
Lebih dari itu, tidak terlihat adanya pemeriksaan terhadap para saksi, yang mengetahui dan mengambil gambar saat lakalantas 6 Juli dini hari. Harusnya polisi memeriksa saksi untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut.

Pensiunan PNS itu melanjutkan, pihaknya juga mempertanyakan kematian korban yang dikaitkan dengan lakalantas. Sebab kerusakan sepeda motor yang dikemudikan korban pada bagian belakang dan saya kiri kanan. “Harusnya kalo jatuh kanan maka bagian kanan yang rusak. Sebaliknya juga kalau jatuh kiri. Ini malah motor rusak bagian kiri kanan dan bagian belakang,” paparnya.

Baginya, kasus ini mudah diungkap, karena banyak pihaknya yang mengetahui keberadaan korban, sebelum lakalantas bahkan hingga ditemukan meninggal. “Kami rasa janggal, karena orang yang foto korban lakalantas itu, tahu rumah saya, kenapa tidak antar ke rumah saya. Mereka semua tau korban tinggal dengan saya,” ujarnya bertanya.

Dia berharap penyidik Polres Belu serius dan terang benderang mengungkap kasus kematian cucunya. Cucunya ditemukan tal bernyawa di rumah tua pertigaan Weaituan-Tini. “Kami harusnya dapat pemberitahuan hasil penyelidikan juga hasil visum. Kenyataannya kami tidak terima semua,” papar Gabriel Ati.

Baca Juga :   KPU Kota Kupang Siapkan Logistik Pemilu 2019

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing yang dikonfirmasi mengemukakan kasus itu masih dalam penyidikan pihaknya. Namun korban ditemukan meninggal dunia, karena lakalantas. Hasil visum et repertum juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Nanti tambah perwira melati dua ini, pihaknya akan memberikan SP2HP kepada keluarga terkait kasus tersebut.

Untuk diketahui, Juventus Alves ditemukan warga tewas pada rumah rusak di pertigaan Tini-Weaituan, pada 7 Juli 2019. Hingga kini TKP masih dilingkari dengan police line. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top