POLITIK

Pilkada Belu Berpotensi Head to Head?

Logo Pilkada Serentak 2020.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pilkada Belu 2020 berpotensi hanya diikuti dua pasangan calon atau head to head, jika menilik pada konstelasi politik saat ini.
Bila hanya diikuti dua pasangan atau kontestan, dipastikan Pilkada akan berjalan seru dan penuh trik dan intrik untuk meraih hati konstituen.

Untuk diketahui bersama, saat ini telah muncul ke permukaan Balon Bupati Belu, yakni incumbent atau petahana, Willybrodus Lay dan sang pendatang baru, Agustinus Taolin. Desas-desus Wabup Belu, JT. Ose Luan tampil menjadi calon orang nomor di Belu, namun rumor itu kian pudar.

Sebagai petahana, Willybrodus Lay telah memiliki modal politik atas pembangunan yang dijalankan saat ini. Dan kekuatan ini patut diperhitungkan penantang yang akan berlaga nanti. Selain itu, kini poros politik Willy Lay dan JT Ose Luan diperkirakan akan bersatu kembali dalam poros Sahabat jilid dua. Ini jelas menjadi kekuatan besar.

Rumor berkembang, ada sejumlah partai besar berada dibelakang pasangan Willy Lay-JT. Ose Luan. Sebut saja Demokrat, Golkar dan PDIP yang mengarah ke pasangan incumbent.
Dengan demikian, ada 12 kursi yang digenggam pasangan petahana itu dan telah melebihi syarat dukungan partai politik dalam pencalonan pasangan bupati dan wabup.

Untuk balon Bupati Belu, Agustinus Taolin tentunya tidak kurang akomodasi politiknya. Bermodal partai Nasdem sebagai motor penggerak, tentunya Agus Taolin yang merupakan dokter itu, mudah untuk menggaet dukungan partai lainnya.
Sejumlah isu menyebutkan kalau ada PAN siap memberikan dukungannya serta sejumlah partai lain. Bila benar terjadi, maka telah ada tujuh kursi di DPRD yang digenggam Agus Taolin dan melebihi syarat pencalonan.

Baca Juga :   Ini Tiga Pertandingan yang Bakal Dilangsungkan Sabtu Hari Ini

Namun yang masih ditunggu-tunggu dari kandidat ini adalah tandem politiknya. Hingga kini belum ada kepastian untuk Agus Taolin menentukan siapa balon wabup pendampingnya.
Mungkin saja Agus Taolin sedang mencari dan mensurvei kekuatan balon wabup yang mendampinginya.

Agus Taolin saat ini, mulai gencar mensosialisasikan diri kepada masyarakat, baik melalui baliho yang bertebaran diseluruh Belu, maupun turun langsung ke tengah masyarakat.

Jika menilik jumlah kursi yang digenggam dua kandidat itu, baru 19 kursi yang ada di DPRD dan masih tersisa 11 kursi. Bisa saja muncul pasangan balon lain, namun hingga kini belum muncul ke permukaan secara terang benderang.

Keseruan Pilkada Belu patut dinantikan oleh semua masyarakat Belu, dan menjadi sejarah pertama terjadi head to head dalam pilkada Belu.

Politisi Gerindra, Marthen Naibuti kepada media ini mengemukakan, peluang terjadi head to head terbuka dalam Pilkada Belu. Pasalnya, kekuatan partai politik mulai mengkristal soal dukungan politiknya.

Menurut anggota DPRD Belu itu, saat ini tarik menarik kekuatan politik sedang berjalan, selama belum ada penetapan pasangan calon yang didukung partai.

Menyoal dukungan Geridra sendiri, Sekretaris DPC Gerindra Belu tersebut mengutarakan, pihaknya hingga kini belum memutuskan dukungan kepada kandidat Bupati dan Wabup Belu. “Bisa saja ke petahana, bisa saja mendukung Pak Agus Taolin dan bisa saja mendukung diluar nama-nama yang ada. Semua tergantung keputusan DPP Gerindra,” pungkasnya dengan diplomatis. (ferdy talok)

Baca Juga :   Kekurangan ASN, Pemda Malaka Ajukan 4.918 Formasi CPNS

Most Popular

To Top