RAGAM

Proyek Listrik di Kuluan Tak Kunjung Tuntas, Anggota DPRD TTU Bakal Lapor Polisi

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Program Desa Terang yamg dilakukan PLN di wilayah TTU, disorot oleh anggota DPRD, Agustinus Tulasi.
Pasalnya, pemasangan jaringan listrik di Desa Kuluan, Kecamatan Biboki Feotleu hingga saat ini belum tuntas dikerjakan pihak kontraktor.

Menurutnya, listrik yang dinantikan warga desa ini tak kunjung menyala. Hanya beberapa tiang yang telah terpajang sepanjang jalur Desa Tautpah menuju Desa Kuluan. “Kalau pengerjaan lamban begini, maka dipastikan masyarakat tidak akan menikmati penerangan listrik dari PLN. Mangapa desa yang lain sudah terang, sedangkan Desa Kuluan sangat tertinggal dan terisolir bahkan gelap gulita di malam hari,” paparnya.

Desa Kuluan paparnya, memiliki potensi pertanian dan hortikultura sangat menjanjikan, dan bahkan surplus setiap tahunnya. “Masyarakat disana tidak kekurangan makanan dan pendapatan ekonomi baii karna ada kebun, sawah bahkan ternak yang sangat memadai. Hanya listrik yang tak dinikmati,” ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat lanjutnya, pernah mendatangi kantor PLN Pusat di Trunojoyo Jakarta beberapa waktu lalu, untuk menanyakan hal ini.
Ternyata data target yang ada sudah harus menyala tahun ini. Namun fakta dilapangan berbeda dan belum ada tanda-tanda listrik bakal menyala. “Saya menilai ada semacam ketidakseriusan dari pihak perusahan yang mengerjakan proyek ini,” imbuhnya.

Apabila kondisi ini terus dibiarkan, sergahnya, maka akan ada aksi massa besar besaran ke kantor PLN Kefamenanu dan akan terus menduduki kantor PLN hingga ada kejelasan tindakan pengerjaannya. “Daerah itu sudah terisolir dari berbagai aspek pembangunan, jalan raya yg belum diperhatikan dan masih memprihatinkan jangan lagi ditindas dengan listrik yang tak juga nyala.

Baca Juga :   Parada: Bangun Galeri Seni Wujud Pemda Belu Mampu Terjemahkan Program Crossborder

Dalam minggu ini tegasnya, sebagai wakil rakyat, dirinya ingin melaporkan kontraktor ke pihak kepolisian Polres TTU terkait mandeknya pekerjaan jaringan listrik menuju Desa Kuluan. Bahkan dirinya ingin menggugat secara perdata di Pengadilan Negeri TTU.
Ada indikasi penipuan terkait jadwal pekerjaan yang telah diteken dalam MoU.

“Saya sedang siapkan bukti-bukti dan materi gugatannya, biar pidana dan perdata jalan sekaligus. Gugatan ini dinama gugatan warga negara atau citizen Lawsuit,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak PLN TTU yang dikonfirmasi belum merespon. (ferdy talok)

Loading...
To Top