RAGAM

Rabu Besok, RI-RDTL Terima Negara g7+ di Motaain

ATAMBUA, Kilastimor.com-Timor Leste telah merdeka selama 20 tahun. Dalam rentang waktu itu, rekonsiliasi Timor-Leste dan Indonesia terus berjalan. Menyambut hari hari referendum, akan dilaksanakan kegiatan di perbatasan Motaain, termasuk untuk menyambut para anggota negara g7+, Rabu (27/2019) besok. Negara G7 merupakan negara yang berbatasan dengan negara lain, dan terlibat konflik di perbatasan.

Pasca jajak pendapat atau referendum 1999, Timor-Leste dan Indonesia membentuk Komisi Kebenaran dan Persahabatan (CTF) pada 2005 silam. Dan hingga 2008 terus dilakukan pendataan dan upaya rekonsiliasi.
Demikian Term Of Referensi (TOR) yang diterima media ini, Selasa (27/8/2019).

Disebutkan, dalam pertemuan g7+ yang dilakukan di Motaain, CTF akan menyerahkan laporan kepada Presiden RDTL dan Indonenia serta dokumen untuk membangun kebenaran dan memperkuat hubungan persahabatan untuk rekonsiliasi antara kedua pemerintah dan negara.

Yang paling penting, antara kedua bangsa pasca tragedi yang terjadi 1999 silam, telah ada kesepakatan bersama yang menekankan pada hubungan antara orang-orang yang tinggal di sepanjang wilayah perbatasan antara Timor-Leste dan Indonesia. Keamanan dan perdamaian harus dipelihara karena kedekatan budaya dan kepentingan sah antara Indonesia dan Timor Leste.

Pemerintah Timor-Leste dan Indonesia, telah menerapkan beberapa rekomendasi dari Laporan CTF, terutama dalam lingkup hubungan bilateral, seperti pembentukan patroli bersama di sepanjang wilayah perbatasan, izin perbatasan untuk masyarakat yang tinggal dalam radius yang ditentukan dan kerja sama antar lembaga kedua negara di sektor ekonomi, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Baca Juga :   Hari Ini, Warga Belu yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Bertambah 50 Orang

Dalam aspek hubungan orang ke orang dan komunitas di wilayah perbatasan kedua negara, terus diperkuat ikatan budaya mereka melalui berbagai kegiatan bersama. Hubungan persahabatan ini sejauh ini telah diperkuat sejak kedua pemerintah mulai mengatur bahkan menerapkan rekomendasi Komisi Kebenaran dan Perdamaian (KKP) untuk lintas batas.

Perkembangan proses perdamaian yang cepat antara Timor Leste dan Indonesia, patut dicontoh dan telah mendapatkan simpati besar dari sebagian besar orang yang cinta damai.

Dengan demikian, diharapkan bahwa pengalaman emas ini harus dibagikan kepada semua khususnya mereka yang karena alasan berbeda mengalami ketidakpastian sosial-politik dan ekonomi yang beragam, di negara g7+ masing-masing. (*ferdy talok)

Most Popular

To Top