EKONOMI

SBS: Kecamatan yang Belum Diintervensi RPM, Diminta Kembangkan Kelor

Pantau stan makanan berbasis kelor.

BETUN, Kilastimor.com-Kecamatan yang belum tersentuh Revolusi Pertanian Malaka (RPM), dianjurkan kepada para camat dan kepala desa untuk membudidayakan Kelor.
Demikian Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) usai membuka
Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-16 dipadukan dengan hari kesatuan gerakan PKK Ke 47 serta Gelar Teknologi Tepat Guna Ke 5 yang dirangkai dengan Bursa Pertukaran Invasi Desa Tahun 2019 dipusatkan di Desa Lamea, Kacamatan Wewiku Kabupaten Malaka Privonsi NTT, Kamis (8/8/2019).

Bupati SBS mengatakan, daun kelor ini banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan. Jadi bisa dikembangkan.
“Kita gabungkan program RPM dan Kita sukseskan program Revolusi Hijau Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi, melalui  pengembangan kelor. Dinas  Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai instansi  yang bergerak di sektor pembangunan pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan berkomitmen menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan lokal dalam mengatasi masalah gizi (malnutrisi) dan stunting,” sergahnya.

Kelor juga urai bupati, bisa meningkatkan pendapatan petani melalui produk olahan kelor. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan NTT   yaitu Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (edy sumantri)

Baca Juga :   Pemkab Malaka Siapkan Lapak di Pasar Induk Betun
Loading...
To Top