TIMOR

SBS: Turunkan Stunting Perlu Konvergensi Program

BETUN, Kilastimor.com-Penurunan stunting bukan hanya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan saja, tetapi juga berkaitan dengan air bersih, sanitasi layak, ketahanan pangan keluarga dan pola asuh dalam keluarga. Semua sektor terkait termasuk tim penggerak PKK juga mempunyai tanggung jawab yang sama dalam penurunan stunting.
Demikian Bupati  Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) usai membuka kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Malaka di aula Kantor Bupati Malaka, Senin (12/8/2019).

Dikatakan untuk menurunkan stunting perlu integrasi antara intervensi spesifik yang dilakukan oleh bidang kesehatan dan intervensi sensitif yang dilakukan oleh non kesehatan. Karena itu, bicara stunting bukan hanya soal gizi tetapi juga soal lain misalnya ketersediaan air bersih, sanitasi layak dan lain–lain.

“Jadi perlu konvergensi stunting yang melibatkan semua sektor terkait dan masyarakat,” ujar SBS

Ia menambahkan ada beberapa hal penting yang harus dilakukan agar semua proses penanggulangan stunting bisa berjalan sukses yakni komitmen bersama, kampanye, konvergensi program, akses pangan bergizi dan monitoring program.

“Untuk mempermudah pemahaman setiap pelaku serta memfokuskan kegiatan konvergensi pencegahan stunting di desa bagi sasaran rumah tangga 1.000 HPK, perlu beberapa intervensi diantaranya konseling gizi terpadu, air bersih dan sanitasi, jaminan sosial dan kesehatan, pendidikan anak usia dini (PAUD) dan kesehatan ibu dan anak (KIA),” tuntas SBS. (edy sumantri)

Baca Juga :   Investasi SDM Kesehatan, Pemda Malaka Kirim Tiga Dokter Studi Spesialis
Loading...
Loading...
To Top