HUKUM & KRIMINAL

Buntut Penahanan Dua Nelayan, Ombudsman NTT akan Komunikasi dengan Polairud

Darius Beda Daton

KUPANG, Kilastimor.com-Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi NTT, Darius Beda Daton angkat bicara terkait proses hukum atas dua nelayan oleh Ditpolairud Polda NTT.

Beda Daton yang ditemui media ini di ruangannya, Selasa (3/9/2019) mengemukakan dugaan kejanggalan proses hukum terhadap dua nelayan asal NTB yang dilakukan Polairud NTT telah dilaporkan ke pihaknya.

Ombudsman jelas dia, akan melakukan koordinasi informal saja, sebsb kasus ini sudah di tangani oleh pihak Ditpolairud NTT.

Dia juga menyampaikan pihaknya akan berdiskusi dengan pihak Dinas Perikanan dan Kelautan NTT, karena laporan yang masuk, para nelayan memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), akan tetapi pihak Polair mengatakan para nelayan tidak memiliki SIPI.
“Kami akan tanya ke pihak dinas perikanan dan kelautan mengenai SIPI yang ada, akan tetapi masa berlakunya habis. Apakah bisa dikenakan sanksi pidana atau hanya sanksi administrasi,” timpalnya.

Darius mengatakan, kasus ini sudah pada tahap penyidikan. Karena itu pihak tidak punya hak untuk mengintervensi pihak Polda NTT. Akan tetapi Ombudsman akan melakukan komunikasi apakah para nelayan ini bisa dibantu atau tidak.

Diberitakan sebelumnya, pada 12 Agustus 2019 lalu, Saharullah bersama Basri dan sejumlah ABK masuk ke Pelabuhan Perikanan Tenau. Para nelayan asal NTB itu membawa hasil tangkapan berupa lobster.

Setelah sandar, pihaknya kemudian didatangi pihak Polairud Polda NTT, untuk melakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan itu, ditemukan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) untuk NTT telah habis masa waktu sejak Maret 2019 lalu. Sementara SIPI asal NTB masih aktif atau berlaku.
Karena SIPI NTT yang telah kadaluarsa, Pol Air kemudian menahan nahkoda kapal Juliani Indah, Saharullah dan Basri. Namun sesuai UU, hanya pelanggaran administratif, bukan pidana. Polairud kemudian menahan keduanya hingga sekarang.

Baca Juga :   Mobil yang Diamankan Polres Belu Bertambah jadi 21 Unit. Manu: Syukur Mobil Kami Berhasil Ditemukan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respon dari penyidik atas permintaan konfirmasi media ini. (sani asa)

Loading...
Loading...
Loading...
To Top