EKONOMI

DPRD Belu Tolak Kehadiran Indomaret dan Alfamart di Atambua

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pimpinan dan anggota DPRD Belu menolak kehadiran alfamart dan Indomaret di Kota Atambua. Hal ini mengemuka dalam pertemuan sejumlah tim Alfamart dan Indomaret di ruang Ketua DPRD Belu, Senin (30/9/2019).

Ketua Sementara DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr. yang ditemui usai pertemuan itu mengemukakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan utusan perusahaan franchise atau waralaba Indomaret dan Alfamart.

Dalam pertemuan itu sebutnya, pihak perusahaan waralaba itu menyampaikan niat membuka usahanya di Atambua dan sekitarnya. Awalnya DPRD menerima karena ini merupakan peluang bagi masyarakat Kabupaten Belu, salah satunya merekrut tenaga kerja lokal.
Akan tetapi dalam penjelasan lanjutan terang Calon Ketua DPRD Belu defenitif itu, pihak Indomaret dan Alfamart menjelaskan kalau perusahaan itu tidak membayar pajak di Pemda, namun langsung terpusat di Jakarta. Soal tenaga kerja, hanya merekrut empat orang setiap minimarket yang dibuka.
Lebih dari itu, perusahaan itu hanya memberi diskon selama dua bulan kepada masyarakat Kota Atambua, selanjutnya akan menaikan harga barang sesuai pasar.

Usai mendengar semua penjelasan, DPRD menyatakan menolak, sebab tidak memberikan keuntungan lebih kepada Kabupaten Belu, apalagi pajak tidak dibayar untuk Pemda Belu. Kehadiran Indomaret dan Alfamart bisa mematikan usaha kecil masyarakat yang ada. “Lebih baik peluang ini diberikan kepada masyarakat Belu, dari pada dibawa semua ke Jakarta,” timpalnya.

Baca Juga :   PKK Kabupaten Malaka Monitoring dan Evaluasi Kegiatan PKK Kecamatan Malaka Tengah

“DPRD Belu menolak kehadiran Indomaret dan Alfamart, karena tidak memberi dampak ekonomi yang luar biasa. Bahkan hanya menguntungkan perusahaan tersebut,” sebutnya.

Pada bagian akhir, dia mengapresiasi penolakan DPRD Belu atas kehadiran perusahaan waralaba itu. Ini bukti DPRD Belu berpihak pada masayarakat terutama yang membuka kios dan minimarket lainnya. (ferdy talok)

Most Popular

To Top