POLITIK

Jaring Balon Bupati dan Wabup, PDIP Belu Buka Pendaftaran

Pengurus DPC PDIP Belu beri keterangan pers.

ATAMBUA, Kilastimor.com-PDIP Belu mulai menjaring Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Belu, jelang Pilkada 2020. Penjaringan itu dilakukan dengan membuka pendaftaran bagi bakal calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Belu.
Hal ini dikatakan Ketua DPC PDIP Belu, Oktovianus Nyongki Rorong didampingi Sekretaris DPC, Frid da Costa dan Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Marselinus Bria Muti, dalam konfrensi pers, Sabtu (14/9/2019).

Dikatakan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belu terhitung 16-20 September nanti, membuka secara resmi pendaftaran Kepala dan Wakil Bupati Belu DPRD.
Proses ini urai dia, atas mandat dari DPP dan DPD membuka pendaftaran balon bupati dan wakil bupati. “Sesuai dengan petunjuk DPP dan DPD PDIP NTT, kita buka selama empat hari, mulai 16 September sampai dengan 20 September 2019,” timpalnya.

Pendaftaran untuk balon bupati dan wakil bupati sebutnya, terbuka untuk umum, termasuk juga untuk kader partai lain maupun internal PDIP sendiri.
“Masyarakat umum juga mau mendaftar silahkan. Tidak ada biaya dalam pendaftaran ini. Ini instruksi dari DPP,” bilangnya.

Dia mengatakan, bagi balon kepala daerah dan wakil kepala daerah, dipersilahkan mengambil formulir dan persyaratan di DPC PDIP.
Setelah pendaftaran, berkas para balon bupati dan wakil bupati dibawa ke DPD PDIP NTT. Selanjutnya DPD meneruskan ke DPP untuk disurvei.

Baca Juga :   Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Air Bersih Perlu Dipacu

Menyoal salah satu kader PDI Perjuangan, Anton Bele yang digadang-gadang maju sebagai balon wabup bersama Agustinus Taolin, dia mengatakan, PDIP belum menetapkan siapapun menjadi balon bupati dan wabup Belu. Itu hanya persepsi
pribadi. Dan sah-sah saja orang mencalonkan diri.

Senada, Sekretaris DPC PDIP Belu, Frid da Costa mengemukakan, pihaknya baru melakukan penjaringan, sehingga tidak benar PDIP mengusung balon bupati dan wabup tertentu. “Itu bersifat pribadi. Partai belum ada keputusan. Kita baru buka pendaftaran kok,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Marselinus Bria Muti menegaskan, semua kader PDIP untuk tidak melakukan manufer politik apapun apalagi keluar dari instruksi partai. Kalau terjadi, maka pihaknya tidak segan-segan memberi sanksi tegas sesuai peraturan partai. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top