EKONOMI

Penuhi Permintaan Pasar, Dinas TPTH Dorong Pengembangan Pisang

Inilah pisang yang diproduksi petani di Malaka.

BETUN, Kilastimor.com-Pisang Malaka sangat menjanjikan saat ini, dan bisa memenuhi kebutuhan pasaran di daratan Timor.
Untuk mendukung hal itu, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Pekebunan (TPHP) Malaka sementara melakukan kajian dan pemetaan terkait budidaya pisang agar bisa menjawab permintaan pasar secara berkesinambungan dimasa mendatang.

“Kami sementara merancang agar daerah yang kurang produktif untuk tanaman pangan seperti jagung, perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk menanam pisang karena tanaman pisang bisa tumbuh dimana saja,” bilang Kadis TPHP Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak mengatakan hal itu di Betun, Senin (2/9/2019).

Dikatakan, tanaman pisang yang sementara berproduksi di Kabupaten Malaka sebanyak 3.250 hektar dengan rincian 250 ha tanaman pisang melalui program RPM dan 3.000 ha lainnya menyebar pada beberapa kecamatan seperti Wewiku, Malaka Barat, Weliman, Malaka Tengah dan Kecamatan Kobalima.

“Kita sudah lakukan pemantauan di lapangan ternyata permintaan pasar terkait pisang Malaka cukup tinggi dan berjalan secara kontinyu. Pasarnya di seluruh daratan Timor,” terang dia.

Dikemukakan, hasil pantauan pihaknya di Oanmane, kalau petani langsung menjual di kebun, harganya sangat murah dan hanya bisa mendapatkan uang Rp 20 ribu hinggab Rp 30 ribu per tandan .
”Kalau jual petani keluar Malaka bisa mencapai harga Rp. 7500- Rp 15.000 per sisir dan per tandan bisa dijual dengan harga Rp 70.000. Jelas lebih mahal,” ungkapnya.

Baca Juga :   Apindo Ajak Warga Silawan Berwirausaha yang Positif dan Legal

Pihaknya lanjut dia, optimis bila tanah-tanah terlantar ditanami pisang akan memberikan hasil yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (edy sumantri)

Loading...
Loading...
Loading...
To Top