TIMOR

Banyak Kepala Desa di Malaka Acuh Tak Acuh dalam Pertanggungjawaban Keuangan

Remigius Leki

BETUN, Kilastimor.com-Inspektorat Malaka tetap melakukan tugas pokok dan fungsinya mengawasi pembangunan yang dilakukan setiap tahun anggaran. Salah satunya fungsi pengawasan yang dilakukan yakni mengawal pengelolaan Dana Desa  di 127 desa, di Kabupaten Malaka.
Inspektur Inspektorat Kabupaten Malaka, Remigius Leki mengatakan hal itu ketika dijumpai media ini, di ruang kerjanya, Selasa (8/10/19).

Dikemukakan, untuk mengawal dana desa, pihaknya sudah mengirim tim ke semua desa. Dan hingga triwulan tiga tahun 2019, pemeriksaan sudah dilaksanakan di semua desa.

Pada triwulan keempat ini kata Remi Leki sapaan karibnya, hanya melakukan pemantaun terkait tindak lanjut yang harus dilakukan setiap desa.
“Jadi dari bulan Oktober hingga Desember, kita hanya lakukan pemantauan,” tuturnya.

Dia berharap semua kepala desa agar mengelola dana desa dengan benar dan tepat sasaran, efisien, efektif dan transparan. 

“Kebanyakan yang kita jumpai dilapangan kepala Desa  bersikap acuh tak acuh dalam pertanggung jawaban keuangan. Jangan sudah menggunakan uang tapi lupa mempertanggungjawabkan. Terkadang kepala Desa itu bukan mereka salah menggunakan uang, tetapi dia lemah dalam mengadministrasikan semua,” timpalnya.

Dalam pengelolaan dana desa, ujarnya, harus berpedoman pada semua aturan yang telah diberikan, sehingga tujuan akhir yaitu Dana Desa bermanfaat untuk masyarakat dan dapat mensejahtrakan masyarakat.

Untuk memudahkan pengelolaan keuangan, pihaknya sudah membuka ruang untuk persentase awal tahun 2019. “Kita buka ruang seluas-luasnya bagi kades, apabila menemukan kesulitan dilapangan. Kades dan jajarannya bisa berkonsultasi ke Inspektorat, karna disini sudah disiapkan tim untuk mengawal. Intinya kepala desa tidak perlu sungkan berkonsultasi dengan Inspektorat,” tuntas dia. (edy sumantri)

Baca Juga :   Dana Desa yang Dicairkan Capai Rp 45 Miliar dari Rp 60 Miliar untuk Tahap Pertama
Loading...
Loading...
To Top