TIMOR

Batas Lotas Malaka-TTS Akhirnya Terselesaikan Juga

KUPANG, Kilastimor.com-Polemik soal batas wilayah antara Lotas Malaka dan  Lotas Timor Tengah Selatan (TTS) sepanjang 48 tahun sejak 14 Juli 1971, menemui titik penyelesaiannya.

Dualisme pandangan kedua pemkab (Malaka sebelumnya masih bergabung dengan Belu) dan TTS terus mengemuka.
Namun Rabu (23/10/2019), tercapai kesepakatan untuk saling mengakui keberadaan masing masing desa di perbatasan kedua kabupaten tetangga ini.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Linus Lusi, menyampaikan hal ini ketika menghubungi kilastimor.com.

Linus Lusi menjelaskan, keputusan tersebut tertuang dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh perwakilan Pemkab TTS dalam hal ini Sekda TTS, Marthen Selan dan Pemkab Malaka diwakili Asisten 1 Sekda Malaka, Zakarias Nahak.

Dalam rapat penyelesaian perselisihan batas antar kedua kabupaten ini, demikian Linus, dirinya yang memimpin langsung rapat di ruang kerja Asisten 1 Pemerintahan Setda Provinsi NTT.

Atas arahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL),  sesuai kewenangan untuk menyelesaikan persoalan perbatasan. Rapat tersebut tidak lebih setengah jam untuk diambil keputusan.

Dalam pengantarnya dikatakan, tugas kedua pemkab serta pemerintah provinsi  adalah memberi kepastian layanan adminitrasi publik dan intervensi program dan kegiatan yang paripurna, kepada warga terhadap kedua kabupaten. Karena itu batas administrasi mutlak diperjelas dan dimiliki oleh kedua kabupaten.

Sekda TTS, Marthen Selan dalam pandangan mengatakan sejak tahun 1971 disaat dirinya menjadi sekcam selama 4 tahun,  persoalan perbatasan tidak pernah tuntas diselesaikan. Padahal kedua warga di perbatasan Lotas memilki kesamaam budaya. Mereka saling kawin-mawin dan ikutan memberi tanah sebagai ikatan budaya antar perkawinan tersebut.

Baca Juga :   Ose Luan: Akan Ada Mutasi Besar-besaran di Awal Tahun 2018

“Agak sulit dipisahkan. Karena itu saya sarankan Pemprov NTT perlu ada keberanian moral untuk menuntaskan dan menentukan titik koordinat di daerah tersebut.
prinsipnya kita menyudahi sengketa yang  telah berlangsung 48 tahun sejak 1971,” ujar Linus Lusi mengutip pernyataan Sekda TTS.

Asisten I Sekda Malaka, Zakarias Nahak juga mengatakan hal yang sama, dimana pihaknya ingin mengakhiri sengketa batas Lotas dan hari ini merupakan kemajuan besar. (edy sumantri)

Loading...
Loading...
To Top