TIMOR

Bupati akan Perintah BKPP Kaji Pelanggaran Camat Raihat. Camat: Saya Tidak Intervensi

Willybrodus Lay

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay yang dikonfirmasi wartawan terkait dugaan intervensi Camat Raihat, Raimundus Bele Bau kepada panitia bahķan berakhir ricuh sebagaimana video yang beredar mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan resmi terkait kericuhan maupun tudingan intervensi itu.

Dikatakan, pelanggaran seperti apa, akan dilihat pihaknya. Nanti akan perintahkan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) untuk mengkaji terkait hal itu. “Nanti BKPP yang akan kaji,” tuturnya Jumat (11/10/2019).

Pihaknya kata Willy Lay sapaan karib Bupati Belu itu, kajian perlu dilakukan sehingga semua bekerja sesuai dengan mekanisme yang ada. “Kita harus kaji untuk tahu pelanggaran. Semua ada mekanismenya,” ungkap politisi Partai Demokrat itu.

Terkait Pilkades Tohe kata dia, pihaknya sudah mendapat laporan, dimana ada pelanggaran panitia. Karena itu perlu ditindaklanjuti. Karena pelanggaran itu, pihaknya akan memproses ulang, dan Pilkades Tohe bergeser dari jadwal yang ada yakni 16 Oktober 2019.

Sementara itu, Camat Raihat, Raimundus Bele Bau kepada wartawan di kantor DPRD Belu mengemukakan, kericuhan sebagaimana vodeo yang beredar, akibat panitia tidak memberi kesempatan kepada dirinya untuk berbicara. Padahal dirinya merupakan bagian dari Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten.

Disebutkan, telah ada surat edaran dari Wabup Belu yang menyebutkan Panitia Pilkades Tohe harus mengakomodir enam calon yang ada. Namun panitia bersihkeras menetapkan ulang calon, menjadi empat orang saja. Disitulah muncul kericuhan. “Saya hanya mengamankan surat Wabup Belu. Bukan intervensi panitia Pilkades,” tandasnya.

Baca Juga :   Isu STIKIP Sinar Pancasila Betun Ditutup Adalah Hoax. Ketua: Perkualiahan Normal

Ditambahkan, kesalahan panitia yakni tidak ada cross check dan check list berkas persyaratan yang ada, dan akhirnya menggugurkan calon yang tidak sesuai prosedur.

Sebelumnya, Panitia Pilkades Tohe dan masyarakat mengadukan pilkades Tohe yang terhenti ke DPRD Belu. Ketua Panitia, Yohanes Bere Laun mengatakan, pada 20 September 2019, telah tetapkan lima calon kades Tohe. Namun ada intervensi Camat Raihat, dimana dia menandatangani surat perorangan dan menggunakan cap camat. Hal ini yang terus menyebabkan polemik hingga terhenti. Bahkan keluar surat dari wabup untuk mengakomodir calon Benedito de Jesus yang tidak memiliki ijazah SD dan SMP. Hal ini menurut dia melanggar Perda. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top