TIMOR

Dekan FH Undana Ajak Mahasiswa Gelorakan Sumpah Pemuda

KUPANG, Kilastimor.com-Fakultas Hukum Universita Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar diskusi publik menyongsong Sumpah Pemuda dengan tema gelora Sumpah Pemuda dan Orde Baru hingga Reformasi, Jumat (25/10/2019) di Fakultas Hukum Undana.

Dekan Fakultas Hukum undana, Yorhan Yohanis Nome dalam kesempatan itu mengajak mahasiswa untuk melanjutkan sumpah pemuda yang merupakan jiwa bangsa dan jiwa kaum muda kala itu. Karena itu, dirinya berharap kaum muda harus lebih menggelorah dari waktu itu.

Ia mengajak semua peserta untuk maknai tema yang di paparkan oleh panitia yakni Gelora sumpah pemuda dan orde baru hingga reformasi.

Mahasiswa tambahnya, harus mampu menangkal stigma-stigma negatif yang dibuat oleh oknum-oknum yang tidak memiliki rasa terhadap bangsa ini. Jhon berharap agar mampu melanjutkan cita-cita mulia yang sudah dilaksanakan para pendahulu.

“Diskusi ini bukan hanya asal diskusi tetapi harus benar-benar maknai momentum hari sumpah pemuda sehingga diskusi ini menjadi salah satu langka untuk memberikan pemahaman kepada kita, semua agar tantangan-tantangan pemuda saat ini bisa diatasi,” tuturnya.

Disebutkan, sudah banyak orde di Indonesia, yakni orde lama, orde, baru dan orde reformasi. Maka diharapkan pada orde reformasi ini, mahasiswa mampu membuat sesuatu yang berguna bagi bangsa ini.

Ketua BEM FH Undana, Qintan Y. V. Lau, dalam sambutannya mengemukan bahwa sumpah pemuda merupakan sumpah bangsa insonesia. Untuk memiliki, memperjuangkan dan mempertahankan bangsa, bahasa, yang terungkap dalam isi sumpah pemuda. Qintan juga mengajak parah peserta diskusi untuk kembali melihat kilas balik sumpah pemuda karena ini merupakan tugas kita bersama.

Baca Juga :   Ini Kisah Perjuangan Rakyat Belu Melawan Penjajah Belanda

Dalam kesempatan itu juga ia mengemukan, untuk membahas bersama beberapa Undang-Undang yang dianggap kontraversial seperti RKUHP, UU KPK, dan beberpa produk perundang-undangan yang dinilai kontraversial. Serta beberapa masalah yang urgen di bangsa ini.
Dia berharap agar diskusi ini mampu menyamakan pemahaman bersama demi kemajuan bangsa ini.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dominggus Riwu Lappa dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini berdasarkan landasan idiil yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, UU Nomor 20 tahun 2005 tentang sistem pendidikan nasional, PP Nomor 20 tahun 2010 tentang pedoman umum organiasi kemehasiswaan perguruan tinggi, dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 tahun 2000 tentang petunjuk teknis pelaksanaan organisasi kemahasiswaan perguruan tinggi, serta Keputusan Rektor Undana tentang petunjuk teknis pelaksanaan organisasi kemahsiswaan Undana.

Lanjut Minggus, tujuan kegiatan ini untuk menyalurkan dan mengembangkan pendapat mahasiswa dalam menanggapi isu hukum di Indonesia, meningkatkan semangat mahasiswa untuk membangun bangsanya agar kedepan dapat mengharumkan nama bangsa ke ranah internasional. Selain itu, menghasilkan pola pikir mahasiswa dalam menghadapi era moderen, membuka wawasan hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan membentuk idealisme muda dalam kedudukan sebagai pebawa perubahan dengan membuka pandangan terhadap globalisasi. (sani asa)

Loading...
Loading...
To Top