HUKUM & KRIMINAL

Eks Napi Ijazah Palsu Tetap Pimpin Desa Mahuitas, Warga Lapor ke DPRD Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Warga Desa Mahuitas, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu mempertanyakan Kades Mahuitas, Matheus Mali Bere yang terus bercokol, padahal merupakan eks narapidana ijazah palsu. Adalah Goreti Soi dan Yoakhim Bere yang mempertanyakan hal itu, kepada DPRD Belu, Jumat (11/10/2019) kemarin.

Dihadapan Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr bersama anggota, Rofinus Manek, Aquilina Ili, Yakobus Manek, Edmundus Tita, Agustinho Pinto, Oscar Haleserens dan Mady Manek, Yoakhim Bere menyebutkan, pihaknya mempertanyakan Kepala Desa Mahuitas yang telah divonis penjara pada 18 Februari 2019 lalu dan berkuatan hukum tetap, namun kini masih menjabat sebagai Kepala Desa Mahuitas. “Kenapa yang dia (Kades) sudah masuk bui, tapi tetap jadi Kades hingga saat ini,” ujarnya bertanya.

Dikemukakan, pihaknya sudah bertemu pihak BPMD Belu untuk mempertanyakan hal itu. Jawabannya akan segera diproses pemberhentian. Hanya saja hingga kini beum juga teralisir.
Apalagi lanjut dia, kasus pidana yang ada yakni ijazah palsu dan terbukti secara hukum. Dengan demikian harusnya tidak bisa ditolerir sebab ijazah menjadi persyaratan saat pencalonan kades.

Menurut dia, pihaknya tidak tahu alasan apa sehingga eks napi ijazah palsu terus memimpin desa tersebut, tanpa ada tindakan lebih tegas.

Dia berharap, DPRD segera menyuarakan hal ini kepada pemerintah, untuk memberhentikan Kades Mahuitas, Matheus Mali Bere. “Kami minta segera diberhentikan Kades yang merupakan eks napi itu,” tandasnya.

Baca Juga :   Pemkab Malaka Belum Terima Laporan Pembalakan Kayu. Izin Dinas Teknis Tidak Boleh Melawan Hukum

Sementara itu, Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr menjelaskan, pihaknya akan segera bersurat kepada Pemda Belu, untuk menindaklanjuti aduan ini, apalagi telah berkekuatan hukum tetap,” bilangnya.

Sekretaris DPC Demokrat Belu itu menambahkan, karena kasusnya terkait ijazah, maka semuanya gugur dan harusnya diberhentikan. Namun bisa saja pemerintah masih memprosesnya.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Belu, Rofinus Manek dan Mundus Tita. Keduanya meminta Pemda Belu menegakan aturan. “Masakh kades yang merupakan eks napi tetap memimpin desa. Ini tidak dibenarkan,” tegas mereka.

Harusnya ujar mereka, Kades Mahuitas diberhentikan karena telah terbukti secara hukum. “Kami akan kawal hal ini, dan kami akan terus mempertanyakan kepada pemerintah,” tuntas mereka.

Untuk diketahui, Majelis Hakim PN Atambua, menjatuhi vonis penjara 1 bulan 15 hari, terhadap Matheus Mali Bere, karena mengantongi ijazah palsu.
Vonis dijatuhkan majelis hakim masing-masing, Hakim Ketua, Anak Agung Gede Susila Putra dan Hakim Anggota, R.M. Suprapto dan Fausi. Putusan itu dijatuhkan pada Senin , 18 Februari 2019. Namun karena putusan sama dengan masa tahanan yang telah dijalani, maka Matheus Mali Bere langsung dinyatakan bebas.
Sementara ijazah palsu yang dikantongi tervonis dirampas untuk dimusnakan. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top