TIMOR

Ini Fenomena Baru di Pilkades Serentak Belu. Suara Tidak Sah Menang Atas Suara Sah Cakades

Ini warga Leowalu usai menyampaikan laporan di DPRD Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ada fenomena aneh Pilkades serentak di 32 desa di Kabupaten Belu, yang digelar Rabu (16/10/2019).
Salah satu fenomena itu yakni surat suara tidak sah atau terbakar begitu besar di setiap desa. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ratusan. Bahkan jumlah surat suara tidak sah, melewati perolehan suara calon kepala desa.

Penelusuran media ini, tidak sahnya surat suara yang bagitu besar jumlahnya, lantaran lipatan surat suara yang membuat pemilih mencoblos hingga menembusi ruang kosong. Seharusnya dinyatakan sah karena tidak mengenai foto dan nama calon lain. Akan tetapi karena ketiadaan aturan yang tegas, bahkan berbeda-beda penerapan di setiap TPS. Hal membuat surat suara tidak sah begitu banyak.

Tentu kondisi ini menyebabkan legitimasi terhadap pemenang pilkades tidak terlalu kuat, karena perolehan suara tidak signifikan, apalagi ada desa tertentu suara tidak sah mendominasi kemenangan pilkades.

Sementara itu, pantauan media ini, gelombang protes dan mengaduan ke DPRD Belu terus terjadi. Salah satunya dari Desa Leowalu.

Salah satu tokoh masyarakat, Ayus didampingi calon kades, Ignasius Bau serta masyarakat pendukung mengemukakan, pihaknya meminta dilakukan perhitungan suara ulang, melihat keabsahan pencoblosan.

Dikemukakan, jika melihat Perbup Belu Nomor 26 Ayat 3 Huruf c tentang keabsahan pencoblosan. Karena itu perlu dilakukan perhitungan ulang.

Pada Pilkades Leowalu, Ignasius memperoleh 131 suara sedangkan pemenang Pilkades, Paskalis Tes mendapat 134 suara.
Surat suara tidak sah milik Ignasius sebanyak 43 paskalis. Total surat suara tidak sah di Pilkades Leowalu sebanyak 139. Jumlah ini melewati perolehan suara para calon.

Baca Juga :   Distan Malaka Beri Pelatihan PPL Malaka Tentang RPM

Dia menambahkan, pihaknya juga menemukan adanya anak dibawah umur diikutkan dalam Pilkades dan siap dibuktikan dengan surat permandian. Ada kesalahan lain yakni orang gila juga ikut memilih.

Sekda Belu, Petrus Bere yang dikonfirmasi mengemukakan pihaknya masih menunggu semua aduan masuk panitia pilkades kabupaten. Setelah itu akan dibahas untuk diselesaikan semua sengketa maupun fenomena ini.

Terpisah, Kepala Dinas PMD Belu, Januaria Nona Alo yang dikonfirmasi terkait jumlah aduan ke PMD Belu belum merespon media ini. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top