HUKUM & KRIMINAL

Inspektur Inspektorat Belu Akui Ada Temuan Penyalahgunaan Dana Desa Lakanmau. “Sebagian Temuan Sudah Dikembalikan”

R. Th. Jossetyawan Manek

ATAMBUA, Kilastimor.com-Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu, R. Th. Jossetyawan Manek angkat bicara terkait audit dugaan penyalahgunaan dana desa Lakanmau tahun anggaran 2014-2017, oleh Kepala Desa, Maria Meliana Wati Lopes.

Iwan Manek sapaan karib Inspektur Inspektorat Belu yang ditemui di kantor Bupati Belu, Rabu (9/10/2019) mengemukakan, pihaknya telah melakukan audit pengelolaan dana desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, Belu, sejak akhir tahun 2018 lalu.

Dikatakan, hasil audit dana desa Lakanmau sudah ada dan telah disampaikan ke Bupati Belu, termasuk diberikan kepada Kepala Desa, Wati Lopes sendiri. “Kita audit dana desa Lakanmau tahun lalu, dan hasilnya sudah kita berikan kepada Pak Bupati dan yang bersangkutan yakni Kades Lakanmau,” bilang dia.

Dilanjutkan, dalam audit itu, ditemukan penyalahgunaan keuangan negara maupun administrasi. Dari hasil itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala desa untuk segera menyetor kembali temuan yang ada. “Ada temuan dalam audit itu,” paparnya tanpa menyebutkan besaran nilai temuan.

Berdasarkan koordinasi itu ungkapnya, kepala desa bersedia mengembalikan kerugian negara tersebut. Namun dalam perjalanan ada sedikit kendala dalam pengembalian temuan itu.
Karena Inspektorat Belu bekerjasama dengan Kejari Belu, maka Inspektorat berkoordinasi dan menyerahkan hasil audit itu untuk ditindaklanjuti oleh Aparat Penegak Hukum (APH) Kejaksaan Negeri Belu, dalam hal penagihan kerugian negara itu. Kerja sama itu tertera dalam MoU dua tahun lalu dengan Kejari Belu. Dalam MoU itu, Kejaksaan membantu penagihan atau sisi perdata, bukan dari sisi pidana.

Baca Juga :   2.500 Penari Malaka Ramaikan ETMC 2019

Kejari Belu lanjutnya, sudah melaksanakan penagihan. b
Bahwa penagihan itu belum efektif, nanti akan dilihat lagi. “Memang sudah tindak lanjuti kejaksaan atas data yang kami sampaikan. Laporan hasil audit itu berisi informasi dan data termasuk besaran temuan kerugian negara.
Masih menurut dia, hingga kini memang belum seluruhnya dikembalikan sesuai batas waktu yang dipatok pihak Kejaksaan yakni 30 September 2019. Untuk hal ini, silahkan konfirmasi ke pihak Kejaksaan Negerin Belu.

Ditanyai soal besaran temuan sesuai hasil audit yang diserahkan ke Bupati maupun Kejaksaan maupun kades sendiri, dia mengatakan hal itu tidak bisa disampaikan. “Saya no comment soal besaran temuan. Silahkan tanyakan ke Bapak Bupati,” tandasnya.

Pada bagian akhir dia mengatakan, hasil audit pihaknya menemukan penyelewenangan dana desa oleh Kepala Desa Lakanmau, Maria Meliana Wati Lopes. Hingga kini masih dalam upaya pengembalian.

Terpisah, Kajari Belu, Alfons G. Loe Mau yang dikonfirmasi media ini, Rabu (9/10/2019) belum memberi respon.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, temuan kerugian negara akibat penyalahgunaan Dana Desa Lakanmau, sebesar Rp 940.000.000. Hingga kini telah dikembalikan sebesar Rp 180.000.000 juta. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top