TIMOR

Kasek SMPN 2 Atambua Dinilai Rasis, Nahak: Itu Hanya Bahasa Motivasi

Philipus Nahak

Masih menurutnya, setelah mendengar semua, dirinya kemudian menyelah dan mengatakan, dirinya merupakan guru dengan SK Menteri, sehingga tidak datang mencari pekerjaan. Dan dirinya terlebih dahulu bertugas di SMPN 2 Atambua dari Kasek. Akhirnya, dia memilih meninggalkan ruang kerja Kasek untuk mengajar.

Dilanjutkan, Senin pagi tadi, pihaknya sudah bertemu Kasek untuk mengkonfirmasi pernyataannya. Sang Kasek mengatakan dirinya tidak punya niat untuk rasis. Itu semua hanya bahasa untuk motivasi bekerja.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Atambua, Philipus Nahak yang dikonfirmasi di kediamannya mengemukakan, dirinya mengeluarkan pernyataan itu hanya untuk memotivasi para guru bekerja dengan disiplin dan bersama-sama membangun sekolah tempat mengabdi tersebut.

Dikemukakan, dirinya telah bertemu dengan guru yang bersangkutan maupun sejumlah guru lain, dan memohon maaf atas pernyataan itu. “Saya tidak rasis dan tidak punya niat lain. Itu hanya sebatas motivasi. Saya contohkan, saya datang dari Lelowai, ibu dari Sumba dan bertugas di SMPN 2 Atambua. Kita semua datang untuk mengabdi. Jadi tolong disiplin dan tunjukan kinerja,” ungkapnya.

Disebutkan, dirinya selama ini berlaku sesuai dengan Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Karena itu dirinya tidak rasis dan hanya ingin memotivasi semua guru untuk mengabdi. “Saat doa, dirinya meminta untuk dipimpin oleh semua dari berbagai agama. Jadi tidak ada niat sedikit pun untuk rasis,” katanya. (ferdy talok)

Baca Juga :   Pawai Paskah GMIT, Jemaat Imanuel Oesao Angkat Isu Perdamaian dan Trafficking

Pages: 1 2

Most Popular

To Top