HUKUM & KRIMINAL

NB Trauma Atas Tindak Penganiayaan yang Dilakukan Para Terlapor

AKP Marthen Pelokila

BETUN, Kilastimor.com-Kasus persekusi dan penganiayaan yang dialami NB mendapat perhatian serius pihak Polres Belu. Senin (28/10/2019), pihak Polsek kobalima bersama tim Buser Polres Belu menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban dipersekusi dan dianiaya, tepatnya di Dusun Beitahu, Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, NTT.

Kapolsek Kobalima, AKP Marthen Pelokila kepada wartawan mengatakan kasus ini sudah dilimpahkan ke pihak penyidik Polres Belu. Karena itu, pihaknya bersama Tim Buser Polres Belu berada di Kobalima. Dan saat ini pihaknya akan menuju TKP.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula dari korban yang pada Rabu (16/10/2019) malam, sekira pukul 18.30 Wita, pergi ke rumah, Rince Molin, dengan maksud mengambil sebuah HP miliknya yang dicharge.

Setelah korban pulang ke rumahnya lanjut Kapolsek, tiba-tiba korban diteriaki oleh saudari Rince Molin dengan mengatakan “Novi kasih pulang saya punya cincin”.
Korban menjawab “Saya tidak ambil”.

Kemudian saat itu juga, Rince Molin melaporkan kepada Margaretha Hoar tentang kejadian tersebut. Margareta Hoar mendatangi korban di rumahnya dan langsung memukuli korban menggunakan satu batang kayu jati kering sebanyak 3 (tiga) pada kepala bagian belakang.

Keesokan harinya, Kamis (16/10/2019) sekira pukul 06.00 Wita, terang Pelokila, korban sedang berada di rumah tetangganya bernama Beirafu Berek, tiba-tiba datang ibu kandung korban sambil menarik lengan korban dan mengatakan, “Mari kita pergi ke rumah pemilik cincin”, dan saat itu juga korban bersama ibunya pergi ke rumah Niko Meak, yang adalah ayah kandung dari Rince Molin. 

Baca Juga :   Persap Alor Tiba di Malaka. "Kami akan Bertahan Hingga ETMC Selesai"

Di rumah Niko Meak, lanjutnya, telah berkumpul beberapa orang yakni, Margareta Hoar, Rince Molin dan Niko Tes. Lalu korban diinterogasi oleh saudara Niko Meak dengan mengatakan : ” *Novi, kalau kau yang ambil cincin itu kasih tau saja”. Namun korban tetap menjawab bahwa dirinya tidak mengambil cincin tersebut.

Setelah menjawab demikian, korban kembali dipukuli oleh terlapor Margareta Hoar dengan menggunakan telapak tangan kiri pada pipi kiri dan kanan secara bergantian sebayak 4 (empat) kali.

Saat berada itu di dalam rumah Niko Meak, tepatnya di ruang tamu lanjut Kapolsek, telah disiapkan sebuah ember berisi air penuh, dan didalamnya dicelupkan kabel telanjang yang dialiri arus listrik, untuk memaksa agar korban mengaku.
Melki Tes menyuruh Korban mencelupkan salah satu jarinya ke dalam air tersebut, dan korban saat itu merasa tersengat arus listrik.

“Korban mencelupkan jari satu kali dan langsung menariknya karena ada setrum listrik,” kutipnya.

Kejadian selanjutnya, lanjut Kapolsek, korban lalu ditarik oleh terlapor Margareta Hoar dan membawanya menuju ke sebuah rumah timbang bayi (Posyandu) di Dusun Beitahu. Di tempat tersebut telah berkumpul beberapa orang diantaranya,
Kepala Desa Babulu Selatan, Paulus Lau, dan  Edu Roman selaku pamong adat Desa Babulu Selatan.

Masih menurutnya, korban juga melihat bahwa di tempat tersebut telah disiapkan seutas tali nilon warna biru panjang kurang lebih 5 meter, dan telah diikatsimpulkan pada sebuah kayu palang di dalam teras Posyandu tersebut.

Baca Juga :   Selundup Narkoba, Warga Nigeria Divonis Seumur Hidup Oleh PN Atambua

“Korbanpun selanjutnya didudukkan di atas sebuah kursi, yang berada tepat di bawah tali nilon tersebut,” urai dia.

Mula-mula saudara Edu Roman bertanya kepada korban : “Novi, apa benar kau yang mengambil cincin milik Rince Molin”, Korban mengatakan “Saya tidak ambil kakak Edu”. Lalu Edu Roman membentak korban dengan mengatakan “Kau bohong”.

Lebih lanjut, Edu Roman menyuruh kepala Desa Babulu Selatan, untuk mengikat korban menggunakan tali nilon tersebut dengan cara : Kedua tangan korban diputar ke belakang tubuh, lalu dengan menggunakan tali nilon tersebut.
Paulus Lau mengikatkannya pada kedua lengan sampai kedua siku korban benar-benar rapat, kemudian ditarik ke atas sampai posisi korban tergantung.

Kapolsek melanjutkan, korban yang merasa kesakitan dan dalam posisi tergantung, tiba-tiba terlapor Bene Bau menghampiri korban dan langsung memukuli korban menggunakan kepalan tangan kanan, mengenai kepala bagian belakang secara bertubi-tubi. Selain itu terlapor Bene Bau juga menendang korban menggunakan kaki yang mengenai tubuh bagian belakang.
Setelah berhenti memukuli korban, datang lagi terlapor Domi Berek serta Endik Kasa juga memukuli Korban.

Dalam keadaan tergantung tersebut, korban akhirnya berteriak histeris sampai rasa sakit seolah tidak dirasakan lagi oleh korban, dan akhirnya korban terpaksa mengatakan bahwa dirinyalah yang mengambil cincin milik Rince Molin, agar segera dilepaskan tali ikatannya. “Jadi dia terpaksa mengaku,” timpalnya.

Baca Juga :   Turnamen Sepak Bola Ketua DPRD Malaka III Digelar. Bria Seran: Tunjukan Skill

Kejadian selanjutnya setelah korban dilepaskan, Edu Roman menyuruh korban untuk pergi mengambil cincin tersebut. Korban berpura-pura pergi kerumahnya untuk mengambil cincin tersebut, yang sebenarnya korban sendiri tidak tahu tentang keberadaan cincin tersebut.

Korban selanjutnya menuju ke sebuah sumur yang terletak di belakang perkampungan untuk meminum air akibat haus.

Kemudian imbuhnya, korban bersembunyi di bawah sebatang pohon. Sampai sore hari sekira pukul 17.00 wita, ibu kandung mencari korban dan menemukannya di tempat persembunyiannya, yang selanjutnya membawa korban pulang ke rumahnya.

“Setelah kejadian tersebut pelapor tidak segera datang melapor ke kantor Polsek Kobalima, karena pelapor yang merupakan paman kandung korban masih mempertimbangkan untuk mencari jalan damai,” ungkapnya.

Namun karena tidak ada titik temu, pelapor kemudian baru datang melaporkan kejadian tersebut pada  hari Kamis (24/10/2019).

Korban sebutnya, mengalami luka pada kedua pergelangan tangan bekas ikatan tali Nilon, luka pada tubuh bagian belakang, dan hingga saat ini korban dalam keadaan trauma berat, dimana korban masih sering mengeluh pusing-pusing.

Masih menurutnya, nama-nama yang tersebut diatas telah dilaporkan kepada kepolisian dan akan dimintai keterangan oleh kepolisian. Jika ada bukti dan alat bukti yang kuat maka akan ditingkatkan menjadi tersangka. “Mereka sekarang masih terlapor. Kalau naik ke penyidikan pasti dinyatakan tersangka,” pungkasnya.

Berdasarkan Fakta-Fakta di atas, urai dia, motif penganiayaan karena para terlapor menuduh korban mencuri sebuah cincin milik, Rince Molin. (edy sumantri)

Most Popular

To Top