HUKUM & KRIMINAL

Over Dosis, Ibu Muda di Malaka Ini Nyaris Tewas

BETUN, Kilastimor.com-Terbakar api cemburu ibu muda mencoba melakukan upaya bunuh diri di kamar kost yang dihuni bersama keluarganya di Bakateu, Malaka Tengah, Malaka.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (10/10/19) sekitar pukul 18.30 wita. Adalah Fransiska Putri Seran, perempuan (27) yang nyaris mengakhiri hidupnya akibat cemburu.

Menurut keterangan pemilik kost, Polikarpus Nahak menyebutkan, sekitar pukul 18.30 wita, dirinya mendengar suara anak korban (usia 7 bulan) menangis dalam kamar kos, sehingga dirinya masuk ke dalam kamar kos.
Ternyata, Fransiska Putri Seran ibunda bayi itu tergeletak di lantai kamar. Dirinya berusaha membangunkan korban dengan menggerakan tubuh korban, tetapi korban tidak juga sadar. “Saya berpikir korban telah meninggal dunia,” katanya.

Pada mulut korban ujarnya, mengeluarkan buih dan terdapat beberapa butir obat berbentuk tablet. Selanjutnya dia menginformasikan kepada tetangga dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Malaka Tengah.

Kapolsek Malaka Tengah, AKP Alnofriwan Zahputra yang dikonfirmasi, Sabtu (12/10/2019) membenarkan kejadian tersebut.

Menurut kapolsek, setelah anggotanya menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian dan
melakukan olah ditempat kejadian, dengan
mencari identitas korban, sekaligus membawa korban ke Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun.

Beruntung nyawa korban masih diselamatkan dokter. Dari hasil pemeriksaan dokter RSUPP Betun, tidak ditemukan indikasi atau kesengajaan dari orang lain yang menyebabkan korban sekarat di lantai. Korban didiagnosa overdosis obat-obatan.

Baca Juga :   Ini Alasan Dirum Bank NTT Ditahan Kejati

Setelah sadar, lanjutnya, pihaknya melakukan interogasi. Hasilnya korban mengaku minum obat dalam jumlah banyak, karena ada permasalahan keluarga. Suami korban sudah memiliki Wanita Idaman Lain (WIL). “Saya cemburu dan marah karena suami saya sudah dengan perempuan lain.

Disebutkan, korban saat ini telah pulih dan anggota piket Polsek Malaka Tengah menitipkan korban ke rumah keluarganya di Laran, Sabtu (12/10/2019). Namun korban tidak diterima oleh keluarganya. Polsek Malaka Tengah kemudian mengembalikan ke kostnya.

Fransiska lanjutnya, ingin bertemu suaminya lagi, dan anggota polsek berusaha mencari suaminya di Desa Harekakae. Namun suaminya  tidak ditemukan dan kemungkinan telah melarikan diri.

Setelah berdiskusi, Polsek Malaka Tengah memutuskan Fransiska dan anaknya dikembalikan ke kampung halamannya di Oemofa, Kabupaten Kupang. Semua biaya transportasi ditanggung pihaknya. (edy sumantri)

Loading...
Loading...
To Top