TIMOR

Pekerjakan Anak, Pengusaha UD Matador Bakal Diperiksa Nakertrans Malaka

Jefrianus Seran

BETUN, Kilastimor.com-Tewasnya Noferius Bau yang dilindas loader di Betun, membuka tabir pekerja anak. Pasalnya korban dipekerjakan masih dibawah umur oleh Pengusaha Matador, Frid Oematan sebagai kondektur truk. Disamping itu, adanya Jefrianus Seran (17) juga dipekerjakan sebagai kondektur truk pengusaha yang sama.

Jefrianus Seran kepada media ini menjelaskan, pihaknya bekerja di gudang Matador maupun kondektur. Ada sekian pekerja yang masih berusia anak-anak. Ada yang berumur 15 tahun hingga 17 tahun.

“kami mendapat upah hanya Rp 500 ribu perbulan makan serta mess ditanggung oleh bos kami,” kata Jefri.

Terkait masalah itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Malaka, Vinsensius Babu angkat bicara.

Kepada wartawan mengatakan, dirinya akan segera meminta petugas pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengusaha UD. Matador Betun.

Jika hasil pemeriksaan terdapat penyimpangan yg oleh UD. Matador, maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

“Jadi kita tidak hanya lihat dari segi usia pekerka. Kita akan lihat ketentuan lain yang berkaitan dengan proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja sesuai UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Undang-Undang Ketenagakerjaan pasal 68 menegaskan bahwa pengusaha dilarang memperkerjakan anak dibawah umur, yang berdasarkan ketentuan adalah anak yang usianya dibawah 18 tahun,” tegasnya.

Ancaman bagi pengusaha atau perusahaan yang masih mempekerjakan anak yang belum berusia 18 tahun urai dia, adalah pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 400 juta. Oleh karenanya, mempekerjakan anak dibawah umur bisa dipidana.

Baca Juga :   785 KK di Desa Lakekun Barat Terima Rastra

Pemilik Toko dan perusahaan matador
Frids Oematan ketika dihungi media ini secara langsung bahkan melalui telpon dan pesan WA. tidak memberikan respon bahkan memblokir nomor hp wartwaan media ini. (edy sumantri)

Loading...
Loading...
To Top