HUKUM & KRIMINAL

Rince Molin Pemilik Cincin jadi Tersangka? Ini Penjelasan Kapolres Belu

Konfrensi pers terkait kasus Persekusi NB.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Proses hukum atas para pelaku persekusi NB (16) di Beitahu, Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, pada 17 Oktober lalu, terus dilakukan Polres Belu.
Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing yang dikonfirmasi, Kamis (31/10/2019) terkait bertambahnya tersangka pelaku persekusi, terutama Rince Molin yang menuduh NB mencuri cincinnya mengatakan, hingga kini penyidikan masih terus berlangsung dan belum ada tambahan tersangka baru.

Penyidik sebutnya, masih mendalami keterangan saksi-saksi, untuk melihat apakah pelaku yang menuduh korban NB, hingga berakhir dengan persekusi bisa ditingkatkan ke penyidikan. “Kami masih dalami keterangan saksi, untuk dilihat apakah naik ke penyidikan dan ditetapkan tersangka atau tidak,” bilangnya.

Bila keterangan saksi menguatkan, maka bisa saja ada tersangka baru, terutama Rince Molin yang menuduh korban mencuri cincinnya.

Diberitakan sebelumnya, tujuh pelaku persekusi masing-masing Paulus Lau (PL) berstatus Kepala Desa Babulu Selatan, Kabupaten Malaka. Kemudian Margareta Hoar (MH), Endik Kasa (EK), Bene Bau (BB), Domi Berek (DB), Marsel Ulu (MU) dan Melki Tes (MT) telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Belu.

Para pelaku dijerat dengan pasal 80 ayat 1, jo pasal 76 c, UU 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, jo pasal 170 ayat 1 dan ayat dua ke 1e, KUHP. Dengan ancaman 10 tahun penjara. (ferdy talok)

Baca Juga :   Kapolres Belu Luncurkan Operasi Patuh Turangga 2019. Ini Tujuh Sasaran Operasi
Loading...
Loading...
To Top