RAGAM

Angkat Kuliner Lokal di Lokomea, Kru Trans7 Disambut Secara Adat

Pembuatan kuliner lokal di Lokomea.

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Kru Trans7 meliput kuliner khas atau makanan lokal di Stasi Lokomea, Paroki Santo Petrus dan Paulus Lurasik, Kabupaten TTU, Sabtu (9/11/2019).
Kehadiran tim liputan media televisi nasional ini disambut secara adat dalam rangka mengangkat makanan lokal di daerah pedalaman untuk program Ragam Indonesia.

Tutur adat dan suguhan sirih pinang mengawali rangkaian kegiatan selama sehari penuh. Ada tarian likurai dalam menyambut para tamu sebagai satu kekhasan dan keunikan khususnya di Rumah Adat Manehat Motaulun.

Dalam upacara penyambutan, Kris Manehat selaku orang tua mengatasnamakan umat di Lokomea khususnya Suku Manehat Motaulun mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang sangat membanggakan hati.

Baginya, kehadiran Trans7 telah mengangkat nama Lokomea, khusus Rumah Suku Manehat Motaulun dalam ritual tradisional serta makanan lokal yang selama ini belum dikenal oleh kalangan luas.

“Kami bangga sekali karena Trans7 bisa datang meliput dan memperkenalkan Suku besar Manehat Motaulun di tingkat nasional dan bahkan dunia,” katanya.

Kehadiran kru trans7 di Lokomea khususnya di Rumah Suku Manehat Motaulun telah memberi warna baru dan mengangkat nilai luhur yang melekat kuat dalam upacara tradisional.

Pengakuan senang juga datang dari anggota suku, Yulius Manehat. Dia mengaku jika peran Trans7 dalam liputan di Rumah Suku Manehat Motaulun telah memberikan satu inspirasi baru, untuk tetap menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur khususnya mencintai makanan lokal.

Baca Juga :   Ada Prosesi Bunda Maria di Laut, Belu Bakal Dijadikan Pusat Destinasi Rohani

“Tentu senang sekali karena Trans7 bisa datang dan meliput di sini. Semoga banyak orang semakin mengenal Lokomea dan secara khusus Suku Manehat Motaulun,” tutur Manehat singkat.

Liputan dari Trans7 seputar makanan lokal. Pembuatan makanan lokal dari ubi kayu dengan berbagai jenis olahan yang sangat unik dan lezat.

Juga pengolahan daging ayam dengan memasak dalam potongan bambu. Semuanya berjalan penuh persaudaraan, karena disetting secara profesional. (*/Romo Ino Nahak Berek/Komsos Atambua)

Loading...
Loading...
To Top