HUKUM & KRIMINAL

Ingat Kasus Persekusi di Babulu Selatan? Ini Perkembangan Penyidikan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus persekusi terhadap NB di Dusun Beitahu, Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka memasuki babak baru.

Penyidik Polres Belu yang sebelumnya telah menetapkan status tersangka kepada tujuh pelaku masing-masing, Paulus Lau (PL) berstatus Kepala Desa Babulu Selatan, Kabupaten Malaka. Kemudian Margareta Hoar (MH), Endik Kasa (EK), Bene Bau (BB), Domi Berek (DB), Marsel Ulu (MU) dan Melki Tes (MT), telah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Belu, untuk dipelajari dan diteliti Jaksa Penuntut Umum.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepu Siregar kepada media ini, Kamis (28/11/2019) memgemukakan, pihaknya telah melimpahkan berkas perkara tujuh tersangka ke Kejari Belu Senin pekan lalu.

Hingga kini, pihaknya masih menunggu hasil penelitian pihak kejaksaan, apakah dinyatakan .
P-21 atau lengkap, maupun sebaliknya dinyatakan P-18 atau tidak lengkap. “Kita masih menunggu hasil penelian jaksa,” tuturnya.

Dia berharap berkas perkara dinyatakan lengkap, sehingga dilanjutkan dengan pelimpahan tahap dua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU.

Diberitakan sebelumnya, tindak pidana kekerasan terhadap anak berinisial NB, terjadi pada Kamis (17/10/2019) sekira jam 11.30 WITA bertempat di teras Posyandu di Dusun Beitahu, Desa Babulu Selatan, Kecamatan kobalima, Kabupaten Malaka.

Adapun para tersangka yakni, Margareta Hoar (MH), Endik Kasa (EK), Bene Bau (BB), Domi Berek (DB), Marsel Ulu (MU) dan Melki Tes (MT), telah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Belu, untuk dipelajari dan diteliti Jaksa Penuntut Umum.

Baca Juga :   Miliki Miras Oplosan Maut Secara Illegal dan Menyebabkan Kematian, Warges Uly Sudah Ditahan

Adapun kronologi kejadiannya yakni, saat itu korban NB dituduh telah melakukan pencurian cincin. Namun tanpa ada alasan atau bukti yang kuat para pelaku ini langsung melakukan penghakiman terhadap korban ini korban kemudian dibawa ke TKP, disuruh untuk mengaku. Namun karena korban tidak mengaku juga akhirnya korban disiksa seperti video yang sudah beredar tersebut. Bentuk Siksaan terhadap korban dari para pelaku bermacam-macam, ada yang melakukan tamparan, pukulan dengan dengan kepalan, ada juga tendangan.

Semua ujarnya, dilakukan pada saat korban setelah dalam posisi kedua sikunya diikat dan digantung pada kuda-kuda atap rumah. Korban digantung diduga pelaku PL selaku Kepala Desa Babulu Selatan.

Karena merasa kesakitan imbuh Kasat, akhirnya korban terpaksa mengaku, kalau yang bersangkutan mencuri cincin milik tetangga. Korban mengaku hanya ingin lepas dari siksaan tersebut.
Setelah pengakuan tambahnya, akhirnya korban dilepaskan dari gantungan disuruh untuk mencari barang yang diduga dicuri, dengan cara korban dijambak rambutnya diseret ke rumahnya.
Pada saat itulah korban punya kesempatan untuk kabur. korban kabur ke sumur di belakang rumahnya, sampai sore hari dan ditemukan ibu kandungnya.

“Motivasi dari para pelaku ini, karena malu sebab NB dituduh mencuri cincin. Para pelaku masih berstatus keluarga dengan korban. Mereka merasa malu dan marah terhadap korban,” ujarnya.

Para pelaku sebutnya, dijerat dengan pasal 80 ayat 1, jo pasal 76 c, UU 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, jo pasal 170 ayat 1 dan ayat dua ke 1e, KUHP. Dengan ancaman 10 tahun penjara.

Baca Juga :   Gubernur: NTT Harus Dapat Benefit dari Kepemilikan Komodo

Disebutkan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa tali untuk menggantung NB, dan sebatang kayu yang digunakan untuk memukul korban. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top