HUKUM & KRIMINAL

Kepala BNK Belu Ancam Kirim Pengedar Narkoba ke Kuburan

Kompol Apolinario da Silva

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus penyelundupan narkoba dari Timor Leste ke Belu, Indonesia kerap terjadi. Berkaca dari hal itu, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Belu terus berupaya keras untuk meminimalisir bahkan menutup kran penyelundupan barang haram tersebut.

Salah satu langkah yang senantiasa dibuat yakni melakukan upaya pencegahan dengan menggelar sosialisasi kepada masyarakat soal bahaya narkoba.

Terbaru, jelang Natal dan Tahun Baru 2020, BNK Belu melakukan sosialisasi untuk pencegahan penyelundupan dan peredaran narkoba bagi masyarakat Kabupaten Belu, Jumat pekan lalu, terkhusus bagi masyarakat Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu, yang merupakan salah satu pintu masuk perbatasan RI-RDTL.

Kepala BNK Belu, Kompol Apolinario da Silva kepada media ini di ruang kerjanya, Senin (25/11/2019) menyebutkan, sosialisasi yang digelar bertujuan agar generasi muda tidak terpengaruh dengan narkoba. Pasalnya, narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan dan merusak perkembangan generasi muda dan kehidupan sosial masyarakat. “Bisa-bisa keluarga pengguna narkoba dikucilkan. Karena itu perlu sikap tegas untuk perang melawan narkoba di daerah Kabupaten Belu, Malaka dan TTU,” tegasnya.

Dikemukakan, dirinya tidak main-main dalam pencegahan bahkan penindakan. Sementara ini, pihaknya lagi mengembangkan pola penyelesaian tertutup, dengan mengerahkan semua potensi untuk mengungkap, menangkap para pengedar jaringan yang ada. “Sekali lagi saya katakan, tidak ada yang kebal hukum, apalagi mengeredarkan narkoba. Kita akan terus melakukan perbaikan sarana prasarana yang terbatas. Saya memperoleh dukungan sepenuhnya dari Pemda kabupaten, provinsi dan Badan Narkotika Nasional, untuk mencegah dan memberantas narkoba,” tuturnya.

Baca Juga :   Illegal, Kodim Belu Amankan 2,4 Ton Gula Thailand dari Timor Leste

Dia meminta para pengedar untuk berhenti menjadikan Belu, Malaka dan TTU sebagai daerah penyelundupan atau peredaran narkoba. Dia meminta pihak pengedar untuk sadar secepatnya. Jika tidak, maka akan berada di rumah sakit atau kuburan. “Saya sudah perintahkan tembak ditempat bagi pengedar narkoba. “Lebih baik sadar, dari pada saya kirim ke rumah sakit atau kuburan,” pungkasnya. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top