TIMOR

Regenerasi, Dominikus Laku Pimpin Fosmab

KUPANG, Kilastimor.com-Forum Solidaritas Mahasiswa Belu (Fosmab) menggelar rapat umum anggota (RUA) di aula BKKBN provinsi NTT.
RUA tersebut digelar selama dua hari dari terhitung 9-10 november 2019.

Dewan Pembina Fosmab, Dr. Simplex Asa,SH., MH dalam sambutannya mengutarakan Fosmab yang dulunya diberi nama KKBS-NS lahir karena adanya dualisme pendapat antara sesama anggota IKBMB. Karena dinamika kala itu sangat panas sehingga beberapa anggota meninggalkan IKBMB dan membentuk KKBS-NS.

Menurut Asa, nama KKBS-NS merupakan ide dari Benyamin Bere Mali dan sejumlah senior. Itupun masih ada tuaian ktitik yang besar dari anggota lain. Akan tetapi nama itu tetap dipertahankan hingga kini berubah nama menjadi Fosmab.

Lanjut Simplex yang juga mantan Ketua Umum kedua Fosmab ini, dulu pertemuan kami di Kali Sembunyi Kuanino dan waktu itu lebih dominan mahasiswa Undana. Awalnya KKBS-NS ini dibentuk hanya untuk kerja bakti dan memperkenalkan dunia kampus kepada masyarakat, tetapi karena IKBMB vakum maka pihaknya berusaha untuk melajutkan KKBS-NS. Ide-ide baru muncul untuk eksiskan KKBS-NS, dengan merayakan pesta bagi senior-senior baik dari Undana maupun Unika yang diwisudakan.

“Saya bangga karena adik-adik masih eksiskan wadah ini dan mempertahankan wadah ini. Pada dasarnya kami mendukung. Saya harap adik-adik tetap solid,” ungkapnya.

Dewan Pembina lainnya, Marianus Mau Kuru, SE. MPH dalam sambutannya mengemukakan, Fosmab harus mampu bersaing diera industri 4.0 ini. Pasalnya zaman sudah berubah segala sesuatu merupakan kompetisi. Maka itu Fosmab juga harus mampu berkompetisi didunia kerja nanti.

Lanjut mantan Ketua Umum Fosmab ke-empat ini, Fosmab jangan menjadi pengemis tetapi Fosmab harus mampu membuat terobosan-terobosan baru, Fosmab jangan monoton pada kegiatan rutin tetapi harus melakukan inovasi-inovasi baru. “Karena saat ini saya lihat masih banyak mahasiswa Belu yang belum gabung di Fosmab maka pengurus baru harus berupaya agar mengubah pola pembinaan yang selama ini mungkin belum benar.

Baca Juga :   127 Mahasiswa Katolik Ikut MPAB KMK FH Undana

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT ini menambahkan, adiik-adik Fosmab harus menghindari seks Bebas, narkoba dan sejenisnya, karena orang muda saat ini sangat muda menggunakan hal-hal ini.

Dalam seremonial pembukaan Ketua Panitia, Skolastiko IM. Mau melaporkan organisasi Fosmab merupakan wadah pembinaan dan pengkaderan yang setiap tahunnya selalu menggelar pesta demokrasi alah fosmab. Dengan adanya RUA ini maka Fosmab masih ada dan terus hadir ditengaH gejolak arus moderen yang penuh dengan tantangan ini.

Senior, Sani Asa menyampaikan Fosmab yang lahir sejak tahun 1986 dan telah berusia 33 tahun. Fosmab harus terus berbenah diri dan koreksi diri.

Lanjut mantan Ketua Umum Fosmab ini, Fosmab kerja jangan biasa-biasa saja, tetapi Fosmab harus kerja luar biasa. Fosmab harus mampu bersaing bersama organisasi-organisasi lain dalam menyuarakan keadilan ditengah zaman yang penuh dengan kompetisi ini.

Fosmab harus mandiri tambahnya, harus independen tidak boleh dipolitisir oleh siapa pun atau partai politik apapun, karena Fosmab lahir untuk menyuarakan keadilan bukan dipolitisir. Fosmab lahir karena ingin menyatukan mahasiswa asal kabupaten Belu bukan lahir karena politik.

Asa berpesan siapa pun yang terpilih menjadi ketua nanti dia harus melanjutkan buletin Vox Nostra yang sudah digagas oleh para senior.

Sementara Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia, Norbertus Kehi Bria, SH. dalam sambutannya menegaskan Fosmab harus terus membuka diri dan terus bergandeng tangan dengan organisasi lain, dalam menyuarakan kebenaran didalam masyarakat. Permahi lanjutnya membuka ruang untuk berdiskusi bersama dengan teman-teman organisasi lain terutama fosmab.

Baca Juga :   Dua Pemain PS Malaka Ikut Popwil di NTT

Ketua Umum Fosmab, Nikolaus Asa dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya cukup bangga karena Fosmab bisa kembali menggelar rapat umum anggota (RUA). Hal ini menunjukan bahwa dirinya telah berhasil menjaga Fosmab selama palu kebijakan diamanatkan kepadanya.

Lanjut Riko sapaan karibnya mengemukakan, dirinya menyadari selama setahun ini masih banyak yang jauh dari harapan anggota maka di depan forum yang terhormat ini dirinya menyampaikan permohonan maaf yang sebesarnya.

“Terima kasih untuk para senior, alumni, dewan pembina dan pemerhati yang sudah memberikan dukungan baik pikiran-pikiran selama palu pimpinan diamanatkan kepadanya,” tutup Riko.

Setelah seremonial, Aula BKKBN dipenuhi oleh mahasiswa Fosmab untuk mengelar RUA. RUA ini berjalan aman dan terkendali. Suara interupsi terdengar sangat keras di aula BKKBN. Rapat dengan tujuh paripurna ini dipending ketika masuk pada paripurna ke-tiga karena sudah pukul 07.00 pagi. Paripurna dipending sampai jam 13.00 siang dan dilanjutkan dengan paripurna ke-tiga yang dipimpin oleh ketua stering, Rikardus Hale didampingi Petrus Ernesto Dion Ngama.

Paripurna ke-5 sangat menegangkan ruang rapat ketika Ketua Umum Fosmab membacakan laporan pertanggungjawabnya, dihadapan forum RUA sekitar pukul 20.00 malam. Semua anggota mengungkapkan isi hati dan tuain kritik pun dilontarkan ketika diberikan kesempatan oleh ketua Ad hock, Viana Mali.
Viana yang merupakan ketua ad hock perempuan yang sangat jeli dan tegas dalam memimpin jalannya rapat tersebut. Akirnya laporan ketua umum fosmab diterima dengan syarat yaitu harus menggantikan beberapa aset organisasi.

Baca Juga :   IPeKB Belu Diminta Edukasi Pemakaian Kontrasepsi Hormonal

Setelah laporan Ketua Umum Fosmab dilanjutkan pemilihan ketua umum baru periode 2019/2020 merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh semua anggota dan kubu yang dibangun selama ini.
Kurang lebih enam balon yang diusulkan oleh forum diantaranya, Richardus Hale, Ewaldus Miki Leto, Rudi Benani, Mikael Lisu Berek, Rizal Mali, dan Dominikus Laku. Dalam rentetan itu dua balon gugur karena tidak memenuhi kriteria yakni Mikael Lisu Berek dan Rudi Benani. Sementara 4 balon lain masih bertahan ketika masuk tahap lobi dua balon gugur yakni Richardus Hale dan Ewaldus Miki Leto.
Dan dua balon lainnya disahkan menjadi calon Ketua Umum Fosmab periode 2019/2020.

Ketika melakukan pemilihan, Dominikus Laku keluar sebagai pemenang dengan total suara 44 suara sementara Rizal Mali 29 suara.
Rizal Mali dalam kesempatan itu menyampaikan ungkapan terima kasih karena sudah memilih dirinya walaupun kalah, lanjutnya kekalahan bukan akir dari segalanya tetapi awal dari perjuangan.

Ketua terpilih Dominikus Laku dalam kesempatan itu menyampaikan ungkapan terima kasih kepada semua anggota karena sudah mempercayaan dirinya untuk menakodai Fosmab, harapnya anggota fosmab harus solid dan kerja sama karena tanpa anggota ketua tidak ada begitupun tanpa ketu wadah ini akan hancur, ia berharap kubuh yang dibangun selama ini sudah selesai, mari kita sama-sama bekerja demi fosmab yang lebih baik. Sukuis yang dibangunpun berakir sudah karena sekarang kita fosmab bukan lagi Marae, Tetun, kemak dan dawan. Tuturnya. (sani asa)

Loading...
Loading...
To Top