TIMOR

Direktris RSUD SK. Lerik: Kami Siap Bantu Pasien yang Kesulitan Biaya Rumah Sakit

dr. Marsiana Halek

KUPANG, Kilastimor.com-Manejemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K Lerik, siap membantu pasien yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Bagi keluarga pasien diharapkan bisa bekerjasama. Jika ada persoalan yang dihadapi, perlu ada pendekatan dengan pihaknya agar dicari solusinya.

Direktris RSUD SK. Lerik, dr. Marsiana Halek mengemukakan, kasus penahanan pasien yang tidak sanggup membayar biaya rumah sakit, telah menjadi viral di media sosial dan dilansir oleh media daring.

“Kami juga tidak bisa serta-merta langsung memberikan tagihan biaya. Semua telah melalui prosedur, yaitu saat pasien masuk untuk dirawat, keluarga pasien diberikan surat pernyataan yang menyatakan bahwa pihak keluarga sanggup untuk membayar biaya rumah sakit,” ujarnya.

Marsiana menjelaskan, jika pasien tersebut juga tidak memiliki BPJS, maka masuk kategori pasien umum, sehingga harus membayar secara mandiri. “Jadi kami juga sudah berupaya untuk menggunakan pendekatan, jika memang keluarga tidak bisa menyanggupi, maka dapat melakukan pendekatan dengan pihak rumah sakit untuk dicarikan solusi bersama,” ungkapnya.

Menurut Marsiana, masyarakat seharusnya melapor kepada pihak kelurahan agar dapat didata sebagai warga kurang mampu, sehingga dapat masuk dalam data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS yang menggunakan dana APBD maupun APBN.

“Sampai saat ini memang pasien tersebut masih dirawat di rumah sakit, dan pihak rumah sakit masih menunggu pihak keluarga untuk datang dan bertemu dengan pihak rumah sakit untuk dibicarakan secara baik-baik dan mencari solusi bersama,” ujarnya.

Baca Juga :   Berantas Malaria, Pemkot Sosialisasi Perwali

Pada prinsipnya kata Marsiana, pihak rumah sakit tidak memiliki niat untuk menyusahkan masyarakat sebab kehadiran RSU S.K. Lerik Kota Kupang untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan secara baik bagi masyarakat Kota Kupang. Pihaknya senantiasa melayani masyarakat sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan.

“Kami tunggu sampai Jumat (13/12/2019). Keluarga diharapkan hadir agar dapat diselesaikan secara baik, dan saya bersedia membantu dengan berbagai kebijakan yang ada, prinsipnya semua masalah dan kekeliruan dapat terselesaikan dengan baik tanpa merugikan pihak mana pun,” katanya.

Dia meminta kepada semua masyarakat agar serius dalam memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan jaminan kesehatan, terutama BPJS, karena BPJS akan sangat membantu dalam mendapatkan pelayanan dan pembiayaan kesehatan.
Biaya tagihan rumah sakit yang harus dibayar oleh pasien sebesar Rp 1.834.000.

Sebelumnya, Daud Padja, orang tua kandung dari pasien Regina Naomi Padja mengaku, manejemen RSUD S.K Lerik Kota Kupang, Rabu (11/12/2019), menahan anaknya, karena tidak bisa membayar biasa pengobatan.

“Pasien itu adalah anak kandung saya yang sedang berobat di RSUD S.K Lerik kurang lebih 4 hari dan disaat mau keluar, kami tidak sanggup bayar biaya rumah sakit, maka anak saya masih ditahan oleh pihak rumah sakit,” kata Daud Padja. (*/sani asa)

Loading...
Loading...
To Top