HUKUM & KRIMINAL

Kasus Kekerasan Terhadap Siswa, Satreskrim Polres Belu Tunggu Hasil Visum dari RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua

AKP Saur Siregar.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus dugaan penganiayaan guru SMPK Don Bosco Atambua, Very Tahu terhadap siswanya, Andra Manek berbuntut panjang.
Saat ini, kasus yang dilaporkan orang tua siswa, Dus Manek, sedang dalam penyelidikan pihak Satuan Reskrim Polres Belu.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepu Siregar kepada media ini, Senin (2/12/2019) melalui layanan WA mengemukakan, hingga kini penyelidikan masih berjalan. “Masih berjalan penyelidikannya,” bilang perwira balok tiga itu.

Dikemukakan, pihaknya sudah memanggil para saksi, termasuk terlapor, Very Tahu yang adalah guru SMPK Don Bosco Atambua, untuk diambil keterangan. “Ini masih dalam penyelidikan. Belum naik ke penyidikan,” ungkapnya.

Masih menurut Sepu Siregar, pihaknya juga tengah menunggu hasil visum dari rumah sakit Mgr. Gabriel Manek SVD, untuk mengetahui keterangan dokter. “Kita juga masih tunggu hasil visumnya, untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga terjadi tindak kekerasan oknum guru terhadap anak di sekolah kembali terjadi. Siswa SMPK Don Bosco yang menjadi korban yakni Andra Manek, siswa kelas VII E. Oknum guru yang diduga sebagai pelaku yakni Very Tahu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, akibat tindak kekerasan itu, siswa Andra Manek tak sadarkan diri dan dirawat intensif di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua.

Masih menurut informasi, dugaan tindak kekerasan oknum guru tersebut, terjadi sekira pukul 12:00 Wita di sekolah tersebut. Diduga pukulan guru di dahi siswa tersebut, mengakibatkan Andra Manek tak sadarkan diri.

Baca Juga :   Satgas Pamtas RI-RDTL Kembali Amankan Kembali 6,6 Ton Mitan di Motaain

Disebutkan, pasca kejadian itu, pihak sekolah tidak mengambil tindakan dan baru diantar orang tua korban ke RSUD setelah ke sekolah. Sasampainya di RS korban muntah dan mengeluarkan darah dari mulut. Pada bagian dari korban terlihat benjolan.

Ayah korban, Dus Manek telah melaporkan tindak kekerasan yang dialami anaknya ke Polres Belu untuk diproses hukum.

Sementara itu, oknum guru, Very Tahu yang dihubungi media ini, belum terkonfirmasi hingga berita ini diturunkan.

Very Tahu dalam keterangan persnya kepada media ini mengemukakan, dirinya tidak melakukan tindak kekerasan terhadap muridnya Andra Manek.
“Saya tidak lakukan tindakan kekerasan,” bilang dia.

Dijelaskan, dirinya memang mengetok kepala beberapa murid termasuk Andra Manek. Tetapi sebatas mendidik mereka. Pasalnya, ketika dirinya meminta untuk mengerjakan tugas fisika, sejumlah murid itu tidak mau mengerjakannya. Karena itu, dirinya mengetok kepala para siswa tersebut.

Menyoal korban tidak sadarkan diri, dia mengaku tidak mengetahuinya. “Soal sadarkan diri, saya tidak tahu. Memang betul sy ketok dia Andra Manek pun dahi, dan itu bukan cuma dia yang kena ketok, sebagian anak laki-laki lain juga kena ketok karena disuruh kerja soal mereka masih cerita dan tidak mau. Itu juga bukan pukul dengan emosi, itu ketok ktuk teguran saja,” urai dia.

Masih menurutnya, dirinya juga tidak mengetahui hasil pemeriksaan dari dokter. “Andra anak mungkin ada penyakit lain. Mungkin anak karena ada kontak fisik makanya dia kejang-kejang,” tuturnya.

Baca Juga :   Ketua MA Didesak Mundur karena tidak Mampu Emban Kepercayaan Publik

Masih menurut Very Tahu, dirinya tidak punya niat apa-apa untuk celakakan muridnya itu. “Saya tidak pernah ada niat untuk kasi celaka orang punya anak, yang juga siswa saya. Saya juga ada anak tiga orang. Saya juga tidak pikir kejadian akan begini. Saya mau semua baik-baik saja. Untuk hal ini saya minta maaf,” tuntas dia. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top