TIMOR

SBS: Program KB Bukan untuk Batasi Kelahiran

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan sosialisasi, advokasi dan KIE Program KKBPK Rabu (4/12/2019) di aula Gedung Glori Hall menyebutkan, sosialisasi ini merupakan kegiatan strategis, karena selain untuk menyasar masyarakat, juga untuk mengadvokasi pemangku kepentingan dan penentu kebijakan semua tingkatan wilayah, terutama di kabupaten/kota.

Dikemukakan,penguatan progaram Keluarga Berencana (KB) kedepan terkait dokumen yang masih kurang akan benahi, sehingga dokumen dan grand desain tentang pembangunan keluarga dan keluarga sejaterah di daerah ini bisa maju.

Lanjut Bupati SBS, di daerah baru ini, butuh perjuangan sebab semua ini tidak terlepas dari rogram KB, dimana terus berupaya mengawasi ibu hamil dan anak yang melahirkan dengan baik dan berkualitas.

“Jika kita ingin daerah kita maju dan berkualitas, kita harus mengurus keluarga berencana ini dengan baik semua harus ada peran aktif para camat dan kepala desa serta semua pemimpin yang ada,” ujarnya.

Bupati SBS menambahkan, program KB
bukan membatasi orang untuk memiliki banyak anak, tetapi diatur agar anak dilahirkan itu berkualitas, tumbuh dengan bagus, diberi invenstasi yang bagus, sehingga ia berguna untuk dirinya, berguna untuk keluarga dan untuk bangsa dan negara,

“Kita tidak melarang supaya orang memiliki anak, kita tidak membatasi tetapi di atur supaya anak yang dilahirlan berkualitas dimana, anak berkualitas dalam segala aspek, sehingga tidak tahun ibu melahirkan. Ini tugasnya dari program KB dan semua pemangku kebijakan agar harus memberikan pemahaman,  Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE),” tandasnya.

Baca Juga :   Bupati Malaka Gelar Open House. "In Wujud Ungkapan Syukur"

Bupati SBS berharap agar camat dan kepala Desa untuk mendiskusikan bagaimana metode yang paling bagus untuk diterapkan di desa. Sebab jika jumlah penduduk bertambah cepat dan tidak sebanding dengan fasilitas umum yang kita sediakan maka kemiskinan kita tidak bisa atasi.

Kepala Perwakikan BKKN provinsi NTT, Marianus Mau Kuru kepada media ini mengatakan, BKKN diberikan mandat untuk program kependudukan, Keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Untuk membangun program ini tidaklah mudah, dimana perlu ada program kerja yang harus dikerjakan semua pihak, bukan hanya BKKBN.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Malaka, Josefina Bete Manek mengatakan program keluarga berencana lagi tren dan difokuskan membangun keluarga sejahtera baru malai dari dalam keluarga itu sendiri. (edy sumantri)

Most Popular

To Top