TIMOR

Atasi Kekurangan Air Bersih, PDAM Belu Segera Operasikan SPAM Molos Oan

Yunius Koy Asa

ATAMBUA, Kilastimor.com- Pemerintah Kabupaten Belu dibawa kepemimpinan Willybrodus Lay-JT. Ose Luan melalui PDAM Belu terus mencari sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat masyarakat Kabupaten Belu dan Kota Atambua.

Terbaru, Pemda Belu dan PDAM Belu berhasil mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada beberapa titik sumber air maupun jaringan pipa distribusi. Hingga saat ini, telah ada sejumlah pembangunan SPAM, diantaranya SPAM Weoe, SPAM Molos Oan, SPAM Wefia, SPAM Sumur Bor Silawan dan SPAM grafitasi Silawan juga SPAM Weutu.

“Sejak 2017 hingga saat ini, ada enam SPAM yang dibangun. Semua untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar, maupun Kota Atambua,” bilang Direktur Utama PDAM Belu, Yunius Koy Asa, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/1/2020).

Dikemukakan, SPAM Weutu dan Weoe, SPAM Weutu, SPAM Silawan, sudah dioperasikan. Sementara SPAM Wefia dan Molos Oan telah selesai dikerjakan. Kedua SPAM itu sudah diuji coba dan berhasil. Hanya saja belum dikelola pihaknya, karena belum diserah terima oleh balai wilayah. “Jika sudah diserahkan, maka sepenuhnya akan dikelola oleh BUMD ini,” tuturnya.

Masih menurutnya, SPAM Weoe yang berada di Kecamatan Lasiolat, dikoneksikan dengan SPAM Lahurus, dan terus dialirkan ke Atambua. Sementara, SPAM Wefia, diperuntukan bagi masyarakat Kecamatan Lasiolat. Dengan begitu, taping SPAM di jaringan pipa Air Lahurus. Selanjutnya, SPAM Molos Oan, juga untuk melayani warga Tasifeto Timur juga warga Kota Atambua. “Dengan hadirnya SPAM Molos Oan dan Wefia, taping di SPAM air Lehurus akan ditutup. Jadi nanti air Lahurus dan Weoe sepenuhnya dibawa ke Atambua,” ungkapnya.

Baca Juga :   Willy Lay: Puteri Belu Harus Mampu Berbahasa Tetun

Yun Koi Asa melanjutkan, untuk SPAM Sumur Bor dan SPAM Grafitasi Silawan, digunakan untuk melayani masyarakat Silawan sendiri, maupun warga Kenebibi, Jenilu, Kecamatan Tasifeto Timur. Sedangkan SPAM Weutu, sepenuh telah dioperasikan bagi warga Raimaten, Tenubot dan sekitarnya.

Diungkapkan, dengan masuknya SPAM Weoe maka bertambah debit air, untuk melayani masyarakat di tiga kecamatan di Atambua, dimana debitnya antara 9-10 liter per detik. Tambahan SPAM baru bisa menambah debit air dan sebayaran layanan yang sebelumnya dari SPAM Tirta A dan C.

Pihaknya tambah dia, kedepan akan mengoperasikan lagi SPAM Haekriit dan Sirani. “Karena baru dikeruk, kita operasikan lagi tahun depan,” imbuhnya.

Ditambahkan, saat ini warga di tiga kecamatan di sekitaran Atambua sekira 84 ribu orang. Dengan demikian dibutuhkan debit air 200 liter perdetik. Saat ini baru sekira 60 liter detik. Jadi masih jauh dari harapan. Jika nantinya Bendungan Welikis dibangun, maka akan menambah debit air untuk dipasok ke Kota Atambua.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya melayani 5.836 pelanggan dengan SPAM yang ada. Memang masih terasa kurang, apalagi di musim kemarau. Pihaknya akan terus berupaya untuk menambah SPAM dengan bekerjasama dengan Pemda Belu serta lembaga vertikal lainnya, untuk membuat SPAM baru.

Menyoal kendala yang dihadapi terkait dengan distribusi air kepada sebagain besar warga Kota Atambua, dia mengatakan kendala yang dihadapi adalah jaringan distribusi yang sangat kurang. Disamping itu, jaringan pipa distribusi juga keropos termakan usia. Dengan demikian, perlu dibangun jaringan distribusi untuk melayani warga lainnya. Hanya saja, jika hanya mengharapkan modal dari PDAM sendiri tentunya tidak bisa. Maka perlu suntikan modal melalui penyertaan modal dari Pemda Belu, sehingga bisa membangun jaringan distribusi baru. “Kami butuh penyertaan modal dari Pemda Belu. Selama ini kami hanya tambal sulam, karena kemampuan keuangan perusahaan. Semoga bisa terealisasi dalam perubahan anggaran 2020 nanti,” tandasnya.

Baca Juga :   IPeKB Belu Diminta Edukasi Pemakaian Kontrasepsi Hormonal

Menyoal keuangan perusahaan, dia mengemukakan saat ini perusahaan telah sehat dan mampu menghasilkan laba usaha, setelah menyelesaikan hutang perusahaan senilai Rp 1,6 miliar. Selain itu, hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Solo, dinyatakan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Selain itu pihaknya juga diaudit oleh BPKP dan semua pada rel yang tepat. (ferdy talok/advertorial)

Most Popular

To Top