TIMOR

BPJS Kesehatan Tunggak Klaim Pembayaran Tujuh RS di Belu, Malaka, TTU dan TTS

Kepala BPJS Cabang Atambua sedang membawa sambutan.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Masalah keuangan yang membelit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meninggalkan banyak persoalan. Diantaranya BPJS masih menunggak klaim dari tujuh rumah sakit di empat kabupaten di Timor Barat, NTT, Indonesia.

Kepala BPJS Cabang Atambua, Munaqib saat ditemui di UPT Puskesmas Atambua Barat, Kamis (16/1/2020) mengaku, masalah keuangan BPJS menyebabkan pihaknya masih menunggak klaim selama dua bulan untuk tujuh rumah sakit di Belu, Malaka, TTU dan TTS.

Disebutkan, untuk RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, BPJS menunggak dengan nilai sekira Rp 3,5 miliar.
Walau demikian bilangnya, pihaknya belum mengetahui apakah klaim yang terlambat dari manejemen rumah sakit atau karena masalah keuangan yang dihadapi BPJS. “Klaim langsung ke BPJS pusat, sehingga kita belum tahu apakah karena keterlambatan klaim atau pembayaran oleh BPJS,” tuturnya.

“Nilai tunggakan pembayaran kepada RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD diperkirakan sekira Rp 3,5 miliar. Secara bertahap BPJS Kesehatan akan menyelesaikan semua tunggakan,” tuturnya.

Pasca kenaikan iuran BPJS bilang dia, keuangan BPJS mulai membaik dan saat ini pembayaran tunggakan sudah dilakukan. Dan khusus RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD klaim pembayaran tersisa dua bulan, dari sebelumnya yang bisa mencapai empat hingga lima bulan.

Tunggakan klaim bukan saja di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD aku Munaqib, BPJS juga masih menunggak klaim pembayaran di sejumlah rumah sakit di empat kabupaten diantaranya, RSPP Betun, RS Marianum Halilulik, RS Leona Kefamenanu, RSUD Kefamenanu dan RSUD Soe.

Baca Juga :   Program Kupang Rukun Diapresiasi Para Imam

Dia berharap, pihak rumah sakit untuk mengajukan klaim tepat waktu, sehingga bisa dilakukan pembayaran dan tidak terjadi tunggakan. BPJS sendiri mulai berbenah, dengan kenaikan iuran sebagaimana termaktub dalam Perpres Nomor 75 Tahun 2019. (ferdy talok)

Most Popular

To Top