TIMOR

Bupati Belu Minta Empat Kades Terlantik untuk Perhatikan Stunting dan Pengelolaan Dana Desa

Bupati Belu pose bersama para kades.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Empat Kepala Desa diambil sumpah dan janji oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, di Gedung betelelenok, Rabu (29/1/2020).
Adapun Kepala Desa yang dilantik antara lain, Kepala Desa Umaklaran, Agustinus Naibiki, Kepala Desa Takirin, Engelbertus Foa, Kepala Desa Lakanmau, Sakarias Sirik dan Kepala Desa Lamaksenulu, Yonatas Bere Mali.
Keempat kepala desa merupakan hasil pemilihan serentak 16 Oktober 2019 lalu.

Hadir dalam pelantikan itu, Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Ary Nugroho, Kabag Sumda Polres Belu, Kompol Alfons Kehi, perwakilan Kejaksaan, sejumlah Kapolsek maupun Danramil.

Bupati Willybrodus Lay dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal kepada empat kepala desa terlantik.

Bupati meminta para kades secepatnya melakukan konsolidasi dengan masyarakat desa, untuk membangun desa secara bersama dengan seluruh elemen di masyarakat.

Dikemukakan, di dada kalian tersemat garuda pancasila, dan di pundak kalian memikul tanggungjawab. Karena itu usai pelantikan hari ini, semua boleh bersyukur, tapi tidak boleh buat acara besar-besaran.

Pada kesempatan itu, politisi Demokrat ini meminta para istri kepala desa untuk mendukung kerja para kepala desa.
“Para istri kades sebentar lagi juga akan di lantik menjadi ketua tim pengerak PKK di desa, di samping seorang suami yang hebat, ada istri yang luar biasa. Jadi istri kepala desa yang nanti dilantik, harus mendukung para suami,” tuturnya.

Bupati dengan latar belakang pengusaha itu, meminta perhatian terkait masalah stunting.
Stunting atau kuntet, tumbuh tidak normal, harusnya anak umur sekian tahun tingginya sekian meter, tetapi pada umur sekian tahun tingginya masih 80 cm atau 90 cm, itu yang dianggap tumbuh tidak normal atau stunting.
“Harus ada perhatian dan intervensi dengan makanan tambahan, sehingga pertumbuhan anak normal,” ungkapnya.

Baca Juga :   Malaka Mulai Mengalami Perubahan Dalam Satu Tahun Terakhir

Willy Lay juga mengingatkan kepada para Kepala Desa agar jangan mendengar bisikan para tim sukses.
“Jangan sampai bisikan tim sukses lebih kuat dari kepentingan masyarakat,” tambahnya, seraya berpesan agar para kades mengelola dana desa dengan benar, dan memgikuti regulasi yang berlaku.

Terpisah, Ketua DPRD Belu, Yeremias Manek Seran Jr dalam sambutannya menekankan kepada kepala desa terlantik agar menjaga keselarasan sebagai pengayom masyarakat.
“Seorang kepala desa dituntut harus menjaga keselarasan dan keharmonisan kepentingan masyarakat serta tetap kokoh berdiri atas semua kepentingan,” jelas Manek.

Keselarasan yang dituntut agar dalam perdamaian dan ketentraman keseharian masyarakat dapat terwujud.

Menurut Mantan Wakil Ketua DPRD Belu para kepala desa yang baru harus menjadi abdi masyarakat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. (ferdy talok)

Most Popular

To Top