TIMOR

Inilah Capaian Inovasi Pemkot Kupang Dibawa Kepemimpinan Jefri Riwu Kore dan Herman Man

KUPANG, Kilastimor.com-Acara Natal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kupang pada Selasa (7/7) di Lantai I Kantor Wali Kota Kupang semakin meriah ketika Pemerintah Kota Kupang merilis Video Inovasi Tahun 2019 yang merupakan hasil prakarsa Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dan Wakil Wali Kota, Hermanus Man. Karya besutan para staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang yang dikomandoi Kepala Bagian, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si menyedot perhatian hadirin.

Pantauan media ini, video tersebut telah ditonton sebanyak 434 kali dan dapat dilihat melalui tautan berikut https://youtu.be/BA7Gx9mUfJY.

Dalam video yang dirilis pertama kali oleh akun YouTube milik Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore itu, divisualisasikan berbagai hasil program unggulan perwujudan visi Pemerintah Kota Kupang “Terwujudnya Kota Kupang yang layak Huni, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera dengan Tatakelola Bebas KKN” serta ke-6 misi Pemerintah kota Kupang.

“Sebagai pemimpin di Kota Kupang, yang pertama-pertama ada dihati kami adalah bagaimana agar kami dapat memperhatikan sungguh-sungguh saudara-saudara warga masyarakat yang tidak begitu beruntung. Bersama Pak Herman Man kami mulai dari hal-hal kecil apa sebenarnya yang merupakan kebutuhan utama kota ini,” jelas Dr. Jefry Riwu Kore dalam wawancara eksklusif oleh staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang sekitar akhir Desember 2019 lalu.

Baca Juga :   Poktan Wehasan Suplai Sayuran untuk Tim ETMC

“Kami berupaya agar Kota Kupang menjadi kebanggaan kita semua, karena Kota Kupang sejatinya adalah bagian dari Indonesia. Dengan membangun Kota Kupang, kita juga mewujudkan visi besar Pemerintah pusat. Sehingga ketika melihat Kota Kupang, imej yang timbul pada pikiran orang-orang yang berkunjung bahwa Kota Kupang adalah Indonesia. Tertata dengan baik, penerangan cukup, dengan berbagai taman dan penerangan yang memadai. Bukan kota yang gelap. Imej itulah yang ingin kita ubah semenjak awal kami memimpin Kota ini,” ujar Wali Kota dalam video yang berdurasi hampir 13 menit itu.

Kini, Kota Kupang berubah, lebih tertata dengan adanya infrastruktur taman atau ruang terbuka hijau yang tersebar di Kota Kupang, penerangan sebanyak 10.150 titik lampu dan 1000 lampu hias yang menerangi serta mempercantik wajah Kota Kupang terutama di waktu malam. Banyak Masyarakat Kota Kupang yang menikmati perubahan yang terjadi di wilayah Kota Kupang hasil inovasi Pemerintah Kota Kupang dibawah kepemimpinan Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dan dr. Hermanus Man selama 2 tahun lebih ini.

Pasangan pemimpin ini, sejak awal berkomitmen untuk menata infratruktur perkotaan di Kota Kupang sesuai dengan visi KUPANG BAGAYA-BERPRESTASI, “Yang harus kita tata pertama itu infrastrukturnya dulu. Kita mulai dari taman kota yang memadai untuk masyarakatnya kemudian penerangan, ada drainase dan beberapa lokasi-lokasi hiburan atau rekreasi kota. Pelayanan publik bagi masyarakat juga kita tingkatkan, yang terbaik kita berikan bagi masyarakat, itulah mimpi kami berdua sejak awal,” ujar suami dari Anggota DPD RI, Ny. Hilda Manafe, SE, MM bersemangat.

Baca Juga :   Masuk Indonesia Secara Illegal , Satu Warga Timor Leste Kembali Diamankan

Lelaki kelahiran Sabu 13 Januari 1960 itu mengajak agar semua pihak tidak hanya melihat sisi negatif dari segala upaya Pemerintah dalam membangun Kota Kupang, tetapi juga turut membantu membangun kota ini menjadi kota modern, kota kebanggaan masyarakat.

“Saya tidak mau ada lagi kejadian seperti pengalaman ketika masih menjabat sebagai anggota DPR RI. Ketika bersama rekan-rekan sejawat sesama anggota DPR RI berkunjung di kota ini, sampai di bundaran PU mereka sempat tanya kepada saya ‘Pak Jefri apa kotanya masih jauh? hal itu mengindikasikan bahwa Kota Kupang tidak tertata sebagai layaknya kota modern, tidak ada lampu penerangan, gelap gulita, tidak ada taman, penataan ruas jalan tidak ada dan sebagainya.
Pengalaman tersebut menginspirasi kami untuk menata kota ini dengan tetap memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat kita,” sambung lelaki yang mengenakan Lehu, hiasan kepala tradisional khas daerah Sabu tersebut.

Dirinya menyebutkan, beberapa taman tematik yang dilakukan penataan menampilkan filosofi masing-masing, “Salah satunya di Taman Bundaran Kasih Penfui, kita tampilkan tulisan ‘UIS NENO NOKAN KIT’ yang artinya ‘Tuhan Beserta Kita’ berasal dari Bahasa Timor sehingga masyarakat Kota Kupang yang berasal dari suku Timor memiliki kebanggan tersendiri budayanya telah mempersatukan seluruh masyarakat Kota Kupang dalam satu kesatuan,” bangganya

Menurut Dr. Jefri Riwu Kore demikian sapaan akrabnya, Taman TIROSA sebelumnya kumuh dan tak tertata, “patung Tirosa merupakan patung tiga tokoh kebanggan Kota Kupang yang mewakili budaya Timor, Rote dan Sabu. Harus terus dilestarikan dan ditata sehingga generasi muda tetap berbangga memiliki monumen ikonik yang mewakili 3 budaya tradisional yang ada di Kota Kupang ini,” tukasnya.

Baca Juga :   Tower Bersama Group Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Malaka

Selain itu masih ada 4 taman tematik lainnya, yakni Taman Patung Sonbai sebagai monumen pahlawan kebanggaan Kota Kupang, Taman TaGePe sebagai taman literasi kawula muda dan Taman Adipura dekat Bandara El Tari, sehingga suasana perkotaan modern telah dirasakan semenjak orang memasuki wilayah Kota Kupang dari Bandara El Tari.

Adapula Taman Inaboi yang sudah puluhan tahun tidak terurus, terlihat dari patung sebelumnya yang sudah rusak dan sasando yang tidak lagi kelihatan, kini menjadi ikon Kota Kupang yang tertata dengan penempatan patung wanita cantik yang memegang alat musik khas Rote, Sasando, “Monumen prestisius ini menunjukan bahwa alat musik khas Rote yang sudah mendunia tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kupang,” ujar Dr. Jefri Riwu Kore.

Pages: 1 2

Most Popular

To Top