TIMOR

Manejer ULP PLN Atambua Bantah Ada Pungli di Program CSR PLN 2019

Helmy Zulkarnaen

ATAMBUA, Kilastimor.com-Beradarnya video yang menyebutkan ada pungutan liar (Pungli) dalam program Coorporate Social Responsiblity (CSR) PLN 2019 lalu di PLN Atambua, mendapat sanggahan dari Manajer ULP PLN Atambua, Helmy Zulkarnaen.

Helmy Zulkarnaen dalam klarifikasinya saat ditemui di kantor, Senin (13/1/2020) menyebutkan, pada tahun 2019 lalu, ada program CSR PLN bagi keluarga miskin, dimana dilakukan pemasangan listrik secara gratis. Setiap rumah dalam program itu sebutnya, dipasangan meteran dan satu titik lampu serta satu colokan. “Semua dipasang secara gratis tanpa pungutan apapun,” bilang dia.

Diuraikan, program CSR PLN itu dijalankan di Belu dan Malaka. Untuk Belu, dipasang sebanyak 900 meteran, sedangkan di Malaka sebanyak 600 meteran. Meteran yang dipasang, dayanya sebesar 450 Watt.

Semua program itu sebutnya, telah selesai dikerjakan dan tuntas pada Mei 2019 lalu, tanpa kendala. Semua pemasangan lanjut dia, dilakukan oleh mitra atau kontraktor yang ditunjuk yakni PT. Alinka. “Jadi tidak ada masalah, dengan program CSR itu,” ujarnya.

Terkait dengan beredarnya video yang menyebutkan ada pungli yang dilakukan pihaknya beber dia, sangatlah tidak benar. Pasalnya semua telah tuntas dan tidak ada masalah dilapangan. “Hingga kini, tidak ada pengeluhan terkait pungli dari masyarakat penerima, baik di Belu maupun di Malaka,” ungkapnya.

Dirinya tambah dia, tidak tahu menahu dengan kegiatan dilapangan, karena dilakukan oleh pihak ketiga atau kontraktor. Terbukti hingga kini juga tidak ada pengaduan pungli terkait program itu.

Baca Juga :   Operasi Gabungan di Betun, Satlantas Amankan Sejumlah Kendaraan

Dia mengemukakan, ada pihak yang sengaja mengupload video itu, untuk menjatuhkan kredibilitasnya. “Kami tidak tahu apa modus mereka mengupload video tersebut. Ini video hoax alias bohong,” timpalnya.

Terkait video yang membahas uang Rp 250 ribu, sebenarnya tidak jadi masalah bilamana masyarakat yang ingin menambahkan kabel sendiri untuk menjangkau ruangan lain, agar diberi harga yang sangat terjangkau seharga Rp 250 ribu. Harga sebenarnya diatas Rp 250 ribu. Harga Rp 250 ribu sangat murah, sebab yang bantuan CSR itu masyarakat yang memang benar tidak mampu.

Masih menurut Helmy sapaan karibnya, pihaknya telah melaporkan pengedar video tidak bertanggungjawab di Youtube dan grup Facebook ke Polres Belu. Laporan itu bertujuan agar diketahui siapa otak penyebar berita bohong itu. “Kita proses hukum atas pengedar video tersebut,” tutupnya.

Perwakilan PT. Alinka, Ady S. yang dikonfirmasi media ini mengatakan, video yang segaja diedarkan itu tidak benar adanya. Pasalnya, pihaknya telah menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik, dan tidak mengambil uang seperser pun dari pelanggan yang dipasang meteran baru.
“Kita tidak lakukan pungli apapun,” sergah dia.

Masih menurutnya, meteran listrik yang dipasang secara gratis, tanpa bayaran apapun dari pelanggan baru. Sebab semua biaya pemasangan telah dibayar oleh PLN. “Kami curugan yang tidak senang dengan program yang ada, sehingga ingin menjatuhkan pihaknya, maupun Manejer ULP PLN Atambua. (ferdy talok)

Baca Juga :   Pemkot Segera Benahi Infrastraktur di Kota Kupang
Loading...
Loading...
To Top