TIMOR

Pemda Belu Cover 16.000 Warga Tidak Mampu dalam KIS Jamkesda

Asisten III Sekda Belu menerima kartu KIS Jamkesda dari BPJS.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay-JT. Ose Luan terus menunjukan keberpihakan kepada warga tidak mampu, terutama terkait pelayanan kesehatan.
Kamis (16/1/2020) siang tadi, Pemda Belu menerima Kartu Indonesia Sehat Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dari BPJS Cabang Atambua.

Kepala BPJS Atambua, Munaqib dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Pemda Belu, karena telah menyertakan 16.000 warga tidak mampu sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Dikatakan, untuk tahun 2020, Pemda Belu menyertakan 1.544 peserta BPJS. Sementara 15.000 warga tidak mampu lainnya telah diikutsertakan dalam BPJS sejak tahun 2018 silam. “Untuk tahun ini, ada 1.544 kartu KIS Jamkesda yang dicetak BPJS. Mereka baru menjadi peserta BPJS yang dibiayai Pemda Belu. Total yang dibiayai Pemda Belu sebanyak 16.000 warga,” tuturnya.

Hari ini lanjut Munaqib, pihaknya berkewajiban menyerahkan karena telah tuntas dicetak. Katus KIS Jamkesda ini bisa dimanfaatkan oleh penerima di pusat pelayanan kesehatan.

Dia berharap, dengan penyerahan kartu yang ada, bisa segera didistribusikan kepada penerima. Kalaupun kartu KIS Jamkesda belum sampai kepada penerima, peserta bisa dilayani karena kartunya sudah terdaftar dan diaktifkan oleh BPJS.

Dia menegaskan agar pada pusat pelayanan kesehatan jangan ditarik biaya apapun. Tolong dicek nama pada aplikasi BPJS. “Ini komitmen BPJS dimana terbuka terkait kepesertaan,” ungkapnya.

Dikemukakan, penduduK Belu per Januari 2020 mencapai 224.884 jiwa. Segmen yang telah menjadi peserta BPJS sebanyak 182.000 orang atau 81,25 persen, termasuk 1.544 peserta yang kartunya diserahkan saat ini. Diharapkan yang belum menjadi peserta BPJS bisa meregistrasikan diri.

Baca Juga :   Status Bermasalah, Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu di Universitas PGRI NTT belum Bisa Dicairkan

“Kami minta penyedia layanan kesehatan baik faskes primer maupun rujukan untuk menyiapkan layanan dengan baik, dan tidak perlu diragukan. BPJS bakal membayar semua tunggakan klaim yang ada,” tutupnya.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Maria Goreti Kiik dalam sambutannya mewakili Bupati Belu, mengucapkan terima kasih kepada BPJS, karena Kartu KIS Jamkesda yang ada merupakan kebutuhan dan bisa dimanfaatkan jika peserta sakit.

Dia meminta pusat pelayanan kesehatan yang tersebar diseluruh Belu, untuk memyesuaikan dengan kartu KIS Jamkesda yang ada, sehingga tidak ada biaya tambahan lagi. “Kita bersyukur karena BPJS sudah menerbit kartu tersebut. SK penerima KIS Jamkesda telah berakhir November 2019 lalu, dan kini telah diterbitkan lagi. Jadi kepesertaan BPJS tidak terganggu,” sebutnya.

Untuk kepala puskesmas, lanjutnya, para penerima KIS Jamkesmas tolong dilayani dengan baik. Pasalnya, ada yang mengeluhkan pelayanan yang kurang maksimal, seperti dicuekin bahkan dimarah-marahi. Harusnya semua peserta dilayani dengan baik, komunikasi yang baik dan petugas menampilkan aura yang ramah.

Dia juga meminta agar pihak puskemas untuk membantu pengurusan akta kelahiran, dengan melakukan pendataan. (ferdy talok/advertorial)

Loading...
Loading...
To Top