EKONOMI

Ternak Babi di Belu Masih Aman dari Wabah ASF

Nikolaus Umbu K. Birri

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penyakit demam babi atau African Swine Fever (ASF) yang ditakutkan oleh peternak dan warga di Kabupaten Belu ternyata masih negatif. Hasil negatif didapat, setelah dilakukan pemeriksaan sampel darah babi yang dikirim ke BBVET Denpasar, Bali belum lama ini. Demikian penjelasan Kadis Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri, saat dihubungi media ini, Jumat (24/1/2020).

Dikemukakan, beberapa waktu lalu, ada laporan sejumlah kalau ternak babi milik warga mati dan diduga terserang ASF. Pihaknya langsung turun untuk melakukan identifikasi, sekaligus mengambil sampel darah, untuk diperiksa di laboratorium BBVET Denpasar. Hasilnya negatif ASF. “Kita sudah lakukan pemeriksaan, ternyata belum ada virus ASF yang menyerang ternak babi di Belu,” paparnya.

Jika terinfeksi ASF bilang dia, jelas berakibat buruk dimana akan menjadi KLB, sebab belum ada vaksin untuk mengatasi ASF. “Jadi belum ada ASF yang menyerang ternak babi di Belu. Kita masih aman,” ungkapnya, sembari menambahkan, Apabila ada satu ekor babi saja dinyatakan positif ASF, maka itu dinyatakan wabah dan dalam radius satu kilometer harus dimusnahkan semua ternak babi. Selanjutnya, akan dilakukan proteksi dan isolasi. “Tapi sejauh ini masih aman dan tidak ada KLB ASF,” bilangnya.1¹

Lebih jauh dia mengemukakan, di wilayah Kabupaten Belu, telah diidentifikasi dua penyakit yang kerap menyerang ternak babi. Dua penyakit itu antara lain, Hogcholera dan Septicaemia Epizootica (SE). Kedua penyakit ini telah ada vaksin dan obat penawar, sehingga mudah teratasi.

Baca Juga :   Kantor Fortuna Diresmikan. Nogor: Energi Baru Promosi Pariwisata NTT

Pada musim penghujan seperti ini jelas Umbu, ternak babi berpotensi terserang Hogcholera dan SE. Hal ini terjadi karena selain tidak divaksin, juga karena makanan ternak yang tidak dijaga maupun kandang yang tidak bersih.

Disebutkan, beberapa hari lalu, ada informasi yang dimuat melalui media sosial soal babi mati. Pihaknya kemudian turun ke lapangan untuk melakukan pembedahan. Dan ternyata positif SE, bukan ASF.

Pada kesempatan itu, Kadis Peternakan itu meminta masyarakat untuk menghubungi petugas dilapangan guna mendapatkan vaksin, jika ada serangan penyakit terhadap ternak babi maupun ternak lainnya.

Dia kembali menyakinkan warga Belu bahwa tidak ada KLB ASF menyerang ternak babi di Belu. Pihaknya melalui petugas lapangan, terus melakukan pemantauan, guna mendapatkan informasi valid, terkait penyakit yang menyerang ternak di Belu. “Kami pastikan tidak ada KLB ASF di Belu. Jika menemui penyakit menyerang ternak piaraan, silahkan hubungi petugas lapangan, bisa juga langsung ke Dinas Peternakan Belu.

Ditanyai tentang stok vaksin dan obat-obatan untuk penanganan penyakit, Niko Umbu sapaan karibnya mengatakan stok obat dan vaksin tersedia. Jika ada penyakit pihaknya selain menyuntikan obat, juga memberi obat-obatan yang bersifat alami. Sedangkan vaksin tidak diberikan saat musim penghujan seperti ini.

Dia mengemukakan, populasi ternak di Kabupaten Belu sesuai hasil sensus pihaknya antara lain:
Babi 57.682 ekor, sapi 70.667 ekor, kambing 16.004, kerbau 729 ekor dan domba 729 ekor. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan Diskominfo Kab. Belu)

Baca Juga :   Warga Betun Mulai Nikmati Jaringan WiFi Gratis. IFORTE: Sudah Ada 2.000 Pengguna
Loading...
Loading...
To Top