POLITIK

Dikawal Voorijder dan Disambut KPU Belu, Viva Mateke Gagal Serahkan Syarat Dukungan

Balon Wabup Belu, Arnaldo da Silva Tavares menyampaikan belum lengkapnya syarat dokumen.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pasangan Bakal Calon Bupati Belu jalur Perseorangan, Vinsensius Loe-Arnaldo da Silva Tavares dengan tagline VIVA Mateke, mendatangani KPU Belu, Kamis (20/2/2020). Kedatangan paket tersebut dikawal voorijder Polres Belu dan puluhan pendukungnya, dengan rencana utama yakni menyerahkan syarat dukungan sebagai bakal calon perseorangan.
Paket tersebut mendatangi KPU Belu sekira pukul 13:30 Wita.

Namun sayang, kehadiran balon perseorangan dengan dihantar puluhan pendukung tidak bisa menyerahkan syarat dukungan, lantaran kendala perbedaan data offline dan online pada sistem silon.

Pantauan media ini kedatangan Viva Mateke diterima Ketua KPU Belu, Mikhael Nahak didampingi anggota, Yohanes S. Ata Palla, Yakobus Nahak, Yoni Aryanto Neolaka, Herlince E. Asa. Hadir juga komisioner KPU Provinsi NTT. Sedangkan dari Bawaslu Belu yakni, Ketua, Andre Parera, Agustinus Bau dan Gisela Lumis.

Sementara dari paket Viva Mateke, hadir langsung Balon Bupati-Wabup Belu, Vinsen Loe-Arnaldo da Silva Tavares bersama tim diantaranya Ansel Bulan, Hendricus Ch. Ata Palla dan puluhan pendukungnya.

Balon Bupati, Vinsensius Loe dalam sekapursirihnya dihalaman KPU saat penerimaan di Kantor KPU Belu mengucapkan terima kasih kepada KPU Belu yang terus mendampingi dan dorongan pihaknya yang berniat maju dalam Pilkada Belu dari jalur independen, sehingga hari ini bisa menyerahkan syarat perseorangan.

Dilanjutkan, pendampingan yang ada melalui penghubung menjadi kekuatan bagi pihaknya untuk berjuang bersama.
Dia berharap penyerahan dokumen yang ada, menjadi sejarah dan tonggak baru bagi independen.

Baca Juga :   Resmi Didukung Demokrat dan PKS, Paket Selan-Tanaem Siap Daftar ke KPU TTS Senin Nanti

Ditambahkan, pihaknya datang ke KPU Belu untuk menyerahkan syarat dukungan sebagaimana ditetapkan yakni sebanyak 13.413 dukungan KTP.

Ketua KPU Belu, Mikhael Nahak dalam sapaannya mengatakan, hari menjadi sejarah Pilkada Belu 2020 khususnya jalur perseorangan atau independen.
“Tidak semua orang mencalonkan diri. Ini tanda warga Belu menggunakan hak politik, yakni memilih dan dipilih. Kpu mengapresiasi hal ini,” ungkapnya.

Untuk calon perseorangan lanjutnya, ada sejumlah tahapan yakni penyerahan syarat dukungan kepada KPU, lalu dilakukan verifikasi faktual.

Masih menurutnya dalam Pilkada Belu 2020, pihaknya akan memperlakukan secara adil dan transparan. “Karena itu kami harapkan kerja sama semua dari semua pihak dan mari sama-sama mengawasinya,” ungkap komisioner KPU dua periode itu.

Usai penerimaan, KPU Belu mempersilahkan paket tersebut kedalam kantor KPU Belu untuk penyerahan syarat dukungan.

Namun yang terjadi, Balon Wabup Belu, Arnaldo da Silva Taveres mengatakan pihaknya masih mengalami kekuarangan dokumen pada satu kecamatan dan perbedaan data offline dan online berubah susunan. Karena itu, pihaknya belum menyerahkan syarat dukungan yang ada.

Atas penyampaian itu, Komisioner KPU Provinsi, Yosafat Koli yang hadir pada kesempatan itu menyebutkan, karena belum lengkap dokumen maka penyerahan belum bisa dilakukan dan ini hanya sebatas konsultasi.
“Karena masih ada waktu tiga hari, sebaiknya segera dituntaskan dan baru diserahkan kembali ke KPU,” tambahnya.

Baca Juga :   Tidak Kourum, Sidang Paripurna Diprotes Anggota DPRD Belu

Senada, Ketua Bawaslu Belu, Andre Parera mengatakan sebaiknya paket Viva Mateke dan tim segera melengkapi syarat dukungan yang ada, apalagi melihat tenggat waktu tersisa tiga hari.

Balon Bupati, Vinsensius Loe kepada media mengatakan, pihaknya mengantongi 13.479 dukungan berupa KTP. Namun masih ada satu kecamatan yakni Nanaet Duabesi terjadi trouble antara data offline dan online.

Pihaknya segera melakukan perbaikan dan mengentry semua dukungan tersebut untuk diserahkan ke KPU Belu. (ferdy talok)

Most Popular

To Top