NASIONAL

Ekos Dances Co. Tampilkan Tarian Likurai Dihadapan Komunitas Salihara Jakarta. Selanjutnya Tour Asia, Australia dan Eropa

Para penari Likurai pose bersama Komunitas Salihara Jakarta. Foto: Ekos Dances Co.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemda Belu dibawah kepemimpinan Willybrodus Lay-JT. Ose Luan terus memperkenalkan tarian likurai kepada masyarakat Indonesia maupun internasional.

Karena promosi yang tiada henti, tarian likurai telah ditampilkan dalam Asian Games di Jakarta, HUT ke-74 RI di Istana Negara dan sejumlah negara asing, salah satunya Belanda.

Terbaru, tarian likurai sebagai simbol kegembiraan atas kemenangan dalam peperangan, ditampilkan dalam tari kontemporer bertitel IBUIBU BELU: BODIES OF BORDERS dihadapan komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).
Tarian Likurai itu, langsung diarahkan oleh koreografer, Dr. Eko Supriyanto, maestro tari dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Pementasan tarian yang dibawakan enam penari likurai itu, disaksikan langsung Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan.
Tarian yang diangkat dari ritual budaya Belu itu mengeksplorasi gerak, irama, nyanyian dan kain tenun tradisional setempat.
Melalui materi-materi tersebut Eko menciptakan bentuk-bentuk manifestasi tari Likurai yang mengandung ciri khas masyarakat Timor saat ini yang terpisah secara politik antara NTT dan Timor Leste.

Ingatan tersebut hadir dalam enam penari setempat, salah satunya berasal dari Timor Leste dan sejarah kehidupan yang diekspresikan dalam Likurai.
Kedua hal tersebut secara paradoks menunjukkan bahwa tubuh menghadapi tantangan batas-batas politik, namun dalam waktu yang sama juga mengalami keterpisahan.

Pementasan yang berlangsung selama 2 hari yaitu 6-7 Pebruari ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari penonton. Terbukti, tiket masuk teater dengan kapasitas 300 kursi di tempat pementasan seni ini sudah sold out sejak beberapa hari yang lalu.

Baca Juga :   PNS Lulusan SMA kebawah Dirasionalisasi dan Diberhentikan

Pementasan ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Belu dgn Ekos Dance Co. dan didukung oleh Asia TOPA (Melbourne, Australia), SPRING Festival (Utrecht, Belanda), Teater Im Pumpenhaus (Munster, Jerman), TPAM – Performing Arts Meeting in Yokohama (Yokohama, Jepang), Komunitas Salihara (Jakarta, Indonesia), Ratnasari Langit Pitu (Jakarta).

Setelah penampilan di Komunitas Salihara, IBUIBU BELU: Bodies of Border dijadwalkan akan memulai tur dunianya di Asia, Australia, dan Eropa sepanjang tahun 2020.

Wabup Belu, JT. Ose Luan yang dikonfirmasi memberi apresiasi kepada Ekos Dances Co. yang telah menginisiasi penampilan tarian likurai di komunitas Salihara.

Dia berharap, upaya ini terus berjalan kedepan, sehingga masyarakat internasional kian mengenal likurai sebagai salah satu peradapan masyarakat Belu yang bertahan hingga kini.

Menurut Wabup, dirinya mendukung rencana Ekos Dances Co. lakukan tour Likurai ke Asia, Australia dan Eropa. “Terima kasih untuk Ekos Dances Co. Kami beri apresiasi yang tak terhingga,” paparnya.

Baginya, perhatian Koreografer Eko Supriyanto sangat luar biasa dalam hal menggali juga memperkenalkan likurai. Besar harapan likurai kian mendunia dan Belu sebagai pemilik peradapan itu kian dikenal untuk dikunjungi dalam waktu-waktu mendatang.

Hadir dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Kabupaten Belu, Frans Saver Saka juga Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius R. Mali, SH, Kadis Kominfo Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si, Kadis Pariwisata, Fredik Bere Mau, ST dan Kabag Umum, Yustinus Loko. (*/ferdy talok/avertorial kerja sama dengan Diskominfo Kabupaten Belu)

Baca Juga :   Universitas Bertaraf Nasional Terbaik akan Dibangun di Atambua
Loading...
Loading...
To Top