TIMOR

Hormati Pratu Anumerta Yanuarius Loe, Pemda Belu Instruksikan Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Pratu Anumerta Yanuarius Loe

ATAMBUA, Kilastimor.com-12 prajurit TNI gugur dalam kecelakaan Helikopter MI-17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Pegunungan Bintang, Papua. Salah satunya yakni Putra Belu, Pratu Anumerta Yanuarius Loe.

Sebagai penghormatan kepada prajurit yang terlibat dalam operasi pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini, Pemda Belu mengintruksikan kepada seluruh jajaran Pemda Belu untuk mengibarkan bendera setengah tiang.

Copyan instruksi yang ditandatangani Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan dan diterima media ini Selasa (18/2020 menyebutkan, untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada putra kelahiran Belu, Pratu Yanuarius Loe, maka seluruh OPD, Kecamatan desa dan kelurahan untuk mengibarkan bendera setengah tiang di kantor masing-masing.

Pengibaran bendera setengah tiang dilakukan terhitung 17-19 Februari 2020.
Kepada lurah dan desa, diminta menghimbau masyarakat setempat untuk turut mengibarkan bendera setengah tiang.

Untuk diketahui, Pratu Yanuarius Loe berasal dari Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Almarhum Yanuarius Loe merupakan prajurit Satgas Yonif 725/Wrg. Pada 28 Juni 2019, Heli MI-17 yang ditumpangi 12 prajurit TNI, hilang kontak di Pegunungan Bintang, Papua pada 28 Juni 2019 lalu.

Kala itu, helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138 terbang dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pukul 11.44 WIT.
Heli dijadwalkan mendarat di Bandara Sentani Jayapura pukul 13.11 WIT.

Ada 12 orang di helikopter yang terdiri dari tujuh kru dan lima personel Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos.
Heli naas itu baru ditemukan pada 10 Februari 2020 lalu. (ferdy talok)

Baca Juga :   Pemkab Malaka Petakan Daerah Rawan Air Bersih di Delapan Kecamatan

Most Popular

To Top