TIMOR

Penanganan Kasus DBD Meningkat di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua. Dinkes Belu Diminta Lakukan Fogging dan Edukasi

Gedung RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, Atambua.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya para penderita yang dirawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua.

Meningkatnya kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Belu patut diwaspadai oleh stakeholders yang ada, baik dinas Kesehatan dan jajarannya juga masyarakat itu sendiri. Kewaspadaan dini patut ditingkatkan sehingga tidak jatuh korban jiwa, apalagi masuk kategori Kejasian Luar Biasa (KLB) DBD.

Direktris RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, dr. Batsheba Elena Coputty yang dihubugi media ini membenarkan adanya peningkatan kasus DBD yang pasiennya dirawat di RSUD. “Memang kasus DBD yang kami tangani meningkat,” ungkapnya.

Disebutkan, terhitung Januari 2020 hingga akhir Februari 2020, sudah ada 39 kasus DBD yang ditangani RSUD Atambua.

Dia merincikan, sejak Januari hingga 5 Februari tercatat ada 19 kasus. Sementara sejak 2 Februari 2020 hingga saat ini terdapat 20 kasus. “Ini ada peningkatan kasusnya,” ungkap dia.

Masih menurutnya, dari kasus yang ada, terkhusus 6-20 Februari, pasien terbanyak adalah anak-anak, dengan jumlah 19 orang. “Anak-anak yang paling banyak terserang DBD dari kasus yang ada,” bilang mantan Kepala Puskesmas Atambua Selatan itu.

Menyoal pasien DBD yang meninggal dunia, dr. Ellen sapaan karibnya mengatakan dari semua kasus DBD yang ditangani, belum ada penderita atau pasien yang meninggal dunia. “Semua bisa tertolong dan belum ada meninggal dunia. Kita harap bisa tertolong semua,” ungkapnya.

Baca Juga :   Warga Muslim Kota Betun Rayakan Idul Adha dengan Hikmad

Pada kesempatan itu, dia meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, sehingga tidak berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah. “Mari kita jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita, dengan membersihkan sampah-sampah yang menampung air hujan dan menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah,” paparnya.

Disamping itu dia meminta warga untuk menutup rapat wadah penampung air, kemudian mengurasi secara rurin dan mengubur barang bekas. “Mari kita antisipasi semua, demi terhindar dari DBD,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Belu, Yohanes Juang yang dikomentarnya soal DBD meminta Pemda Belu melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, untuk mengambil langkah penanganan untuk meminimalisir DBD.

Dinkes paparnya, harus melakukan fogging di pemukiman yang ada. Fogging perlu dilakukan agar mematikan nyamuk dewasa.
Dia meminta juga petugas Puskesmas dan Polindes untuk mengedukasi masyarakat, sehingga terhindar dari DBD. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan Diskominfo Belu)

Most Popular

To Top