HUKUM & KRIMINAL

Stefanus Bria Tewas karena Tusukan Benda Tajam Dibagian Perut. “Ungkap Pelaku Penusukan, Polisi Periksa Para Saksi”

Jasad Stefanus Bria Seran saat ditemukan warga.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepolisian Resor (Polres) Belu melalui Stereskrim menemukan penyebab kematian Stefanus Bria, warga RT 02/RW 01, Kelurahan Umanen, Atambua Selatan, Senin (10/2/2020).

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh AI. Siregar yang dikonfirmasi mengemukakan, setelah melakukan olah TKP, pada jasad Stefanus Bria, ditemukan satu tusukan benda tajam di perut bagian bawah kiri. Tusukan itu yang menyebabkan Stefanus Bria tewas.

“Hasil visum dokter juga sama, penyebab kematian korban karena satu tusukan benda tajam pada perut korban. Sedangkan kekerasan lain tidak ada,” urai dia.

Pihaknya lanjut dia, masih melakukan penyelidikan, dengan memeriksa para saksi, untuk mengetahui pelaku penusukan yang menewaskan korban.

Untuk diketahui, warga RT 4, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, digegerkan dengan penemuan mayat, Senin (10/2/2020) sekira pukul 6:30 Wita.
Mayat tersebut berhasil terindentifikasi oleh keluarganya bernama, Stefanus Bria (19). Stefanus merupakan warga RT 02/RW 01.

Lurah Umanen, Raymundus Mau, AMd yang dikonfirmasi media ini membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut. “Benar ada penemuan mayat. Saya lagi berada di TKP,” ungkapnya.

Dikemukakan, sesuai keterangan dari keluarga, Stefanus Bria keluar dari rumah Minggu (9/2/2020) sore, dan tidak kembali hingga ditemukan dalam kondisi tewas.

Pihaknya belum mengetahui penyebab kematian warganya itu. “Kita belum tahu penyebab kematian pemuda itu. Memang ada darah dimulutnya. Tapi polisi yang bisa memastikan penyebab kematian alamarhum,” tutur dia.

Baca Juga :   Kodim 1605/Belu Adakan Donor Darah Jelang HUT ke-72 TNI

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh AI. Siregar yang dihubungi media ini membenarkan penemuan mayat Stefanus Bria di Keluarahan Umanen.

Polisi ungkapnya, tengah melakukan olah TKP, untuk kemudian dievakuasi ke RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, untuk dilakukan visum dan otopsi. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top